Tuesday, April 5, 2016

Kisah Utsman bin Affan

Utsman bin Affan Khalifah yang Terzalimi
     Beliau adalah Abu Abdillah Utsman bin Affan bin al-Ash bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf. Nasab beliau bertemu dengan nasab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada kakek keempat yaitu Abdu Manaf, di masa jahiliah beliau dipanggil Abu Amr namun tatkala dari istri beliau yaitu Ruqayyah binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terlahir seorang laki-laki yang diberi nama Abdullah lalu beliau berganti menjadi Abu Abdillah, dan beliau masyhur dengan julukan dzu nurain (pemilik dua cahaya).

    Di masa jahiliyah Utsman bin Affan adalah seorang yang terpandang dan dimuliakan oleh kaumnya. Beliau dikenal sebagai seorang yang sangat pemalu, hartawan, dan pemilik petuah yang didengar. Karena itulah ia sangat dicintai dan dimuliakan oleh kaumnya. Ia tidak pernah sujud kepada sebuah patung pun, tidak pula berbuat keji, tidak pernah meminum khamar baik sebelum maupun setelah Islam. Utsman bercerita, “Aku tidak pernah bernyanyi, tidak pula panjang angan-angan, aku pun tidak pernah menyentuh dzakarku dengan tangan kananku setelah aku gunakan tangan itu untuk membai’at Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, aku tidak pernah minum khamar di masa jahiliah maupun setelah Islam.”

Keutamaan Utsman bin Affan
     Beliau termasuk as-sabiqun al-awwalun (orang-orang yang pertama menyambut dakwah Islam). Beliau mengikrarkan diri sebagai seorang muslim berkat dakwah Abu Bakr Ash-Shidddiq pada umur 34 tahun. Di saat kaumnya menolak dan mengingkari seruan dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia justru membentangkan tangan, membuka hati, dan meyakini tanpa keraguan. Tatkala seruan hijrah dikumandangkan beliau adalah termasuk seorang yang tampil melaksanakan perintah sehingga beliau dua kali berhijrah, ke negeri Habasyah dan Madinah.
     Keunggulan sahabat Utsman semakin tampak pada beberapa keadaan penting di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itulah figur Utsman dikenal sebagai salah satu sahabat yang tidak disebut melainkan kebaikan. Di saat musim paceklik panjang, kemiskinan dan kefakiran menjadi bagian bagi setiap kaum muslimin. Di saat itu pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerukan seruan jihad dan beliau tengah menyiapkan pasukan besar untuk diberangkatkan dalam Perang Tabuk melawan pasukan Romawi. Pasukan itu disebut jaisyul ‘usroh karena sulitnya kondisi materi para sahabat pada saat itu. Namun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap mendorong para sahabatnya untuk berinfak dan bersedekah dalam rangka menyiapkan pasukan besar tersebut. Hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
Barang siapa yang menyiapkan jaisyul usyroh, maka baginya surga.”
Tiba-tiba datanglah seorang saudagar kaya yang dermawan dialah Utsman bin Affan membawa kepingan-kepingan dinar berjumlah 1000 dinar lalu diberikan di hadapan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sambil memeganginya keluarlah ucapan yang masyhur dari bibir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia,
“Tidaklah memudharatkan Utsman apa yang ia lakukan setelah ini.”
Dan juga pada saat jumlah kaum muslimin semakin bertambah dan Masjid Nabawi serasa tidak dapat lagi menampung jamaah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Barang siapa membeli lokasi milik keluarga fulan lalu menambahkan untuk perluasan masjid dengan kebaikan maka ia kelak di surga.” Lalu Utsman membelinya dari kantong uang miliknya lalu tanah itu diwakafkan untuk masjid.
Demikian juga tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah maka tidak dijumpai air tawar kecuali dari sumur rumah. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Barang siapa membeli sumur dan menjadikan gayung miliknya bersama dengan gayung milik kaum muslimin maka kelak ia di surga.” Mendengar ucapan tersebut Utsman pun segera membelinya.
Kemudian satu hal yang tidak boleh dilupakan – yang menambah kemuliaan sahabat Utsman, beliau adalah seorang mu’alim yang cinta kepada Alquran. Kecintaannya terhadap Alquran telah membuahkan hasil yang senantiasa dikenang hingga hari kiamat, peristiwa pengumpulan Alquran dan penyeragaman bacaan adalah bukti nyata bagi seorang yang mau merenunginya. Beliaulah sahabat yang telah meriwayatkan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam,
Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.”
Dan suatu hari Utsman memanggil orang-orang, lalu berwudhu di hadapan mereka, kemudian beliau mengatakan, “Barang siapa yang berwudhu semisal wudhuku ini lalu shalat dua rakaat dan tidak berbincang-bincang di dalamnya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Beliau juga sering memperingatkan manusia dari bahaya dusta atas nama agama, dari beliaulah diriwayatkan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka silakan mengambil tempat duduk di neraka.
Dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan beliau yang lain, namun tidak ada yang lebih menggembirakan dari itu semua dibandingkan persaksian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Utsman adalah min ahlil jannah (salah satu penghuni surga).
Dari Abu Musa al-Asy’ari beliau berkata, “Suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke sebuah kebun dan beliau memerintahku untuk menjaga pintu kebun tersebut, maka datanglah seorang laki-laki meminta izin untuk masuk maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Izinkanlah ia masuk dan berikan kabar gembira kepadanya berupa surga.’ Ternyata ia adalah Abu Bakr. Lalu datang seorang laki-laki yang lain dan meinta izin untuk masuk, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Izinkanlah ia masuk dan berikan kabar gembira kepadanya berupa surga.’ Ternyata dia adalah Umar. Kemudian datang lagi seorang yang lain meminta izin untuk masuk, namun sejenak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terdiam, lalu beliau mengatakan, ‘Izinkanlah ia masuk dan berikan kabar gembira kepadanya berupa surga atas bala yang akan menimpanya.’ Ternyata dia adalah Utsman bin Affan.”
Ishaq bin Rahawaih mengatakan, “Tidak ada seorang pun sepeninggal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang paling baik di muka bumi ini kecuali Abu Bakr, dan tidak ada orang yang lebih baik sepeninggalnya kecuali Umar, dan tidak ada orang yang lebih baik sepeninggalnya kecuali Utsman, serta tidak ada orang yang lebih baik dan lebih mulia sepeninggalnya kecuali Ali.”
Gelombang Fitnah
     Merupakan mukjizat kenabian, apa yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pasti terjadi. Abu Hurairah telah meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Sesungguhnya kalian akan menjumpai setelahku fitnah dan perselisihan atau perselisihan dan fitnah.” Maka berkata salah seorang, “Lalu kepada siapa kami akan memihak?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berpegangteguhlah kalian kepada al-Amiin ini dan sahabat-sahabatnya.” Lalu beliau mengisyaratkan kepada Utsman.”
Maka atas apa yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Utsman pun mengetahui bahwa kelak ia akan dibunuh secara zalim, dan orang-orang yang keluar darinya akan menghalalkan darahnya adalah orang-orang munafik. Apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam benar-benar terjadi, setelah beliau diangkat menjadi Khalifah kaum muslimin yang sah, beliau banyak menuai protes, banyak menerima kritikan dan tuduhan dari para pemberontak. Api itu makin menghalalkan darah Utsman. Di antara tuduhan-tuduhan keji mereka:
Pertama: mereka menuduh Utsman tidak berlaku adil dalam pengangkatan para pejabatnya karena ia mengutamakan keluarganya dan mencopot jabatan sebagian sahabat kibar (senior), serta menggantinya dengan orang-orang yang lebih muda umurnya.
Jawaban atas tuduhan tersebut:
     Adapun penggantian jabatan dari sahabat senior kepada para pemuda, maka sungguh bagi beliau terdapat panutan yang baik sebelumnya. Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah menyiapkan pasukan besar untuk memerangi Romawi lalu beliau menunjuk panglimanya adalah Usamah bin Zaid yang tatkala itu masih berusia belia, sedang di belakangnya banyak para sahabat senior seperti Abu Bakr dan Umar…?? dan sebelum pasukan besar tersebut diberangkatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terlebih dahulu meninggal dunia. Apa reaksi manusia tatkala itu, mereka datang kepada Umar untuk membujuk Abu bakar, agar ia mencopot jabatan Usamah bin Zaid sebagai panglima, maka sahabat Abu Bakr marah besar dan mengatakan kepada Umar, “Wahai Umar, ia adalah orang yang telah diangkat langsung oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, lalu engkau memintaku untuk mencopotnya?!!”

Al-Imad Ibnu Katsir mengatakan, “Utsman adalah seorang yang berakhlak mulia, sangat pemalu, dan dermawan. Beliau sering mendahulukan keluarga dan kerabat-kerabatnya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam rangka untuk ta’liful qulub (melunakkan hati), untuk suatu tujuan yang kekal melalui perkara-perkara dunia yang fana sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah memberi suatu kaum dan tidak memberikan kepada kaum yang lain untuk suatu tujuan agar mereka mendapat hidayah dan iman, dan sungguh untuk tujuan ini suatu kaum memahaminya, tidak sebagaimana kaum Khawarij telah melakukan protes atas apa yang diperbuat oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.”
Kedua: beliau dituduh telah membuat perkara baru yang tidak ada contoh sebelumnya seperti pengumpulan ayat-ayat Alquran dalam sebuah mushaf, beliau tidak meng-qashar shalat tatkala di Mina, dan beliau menambahkan adzan menjadi dua kali pada hari Jumat.
Jawaban atas tuduhan tersebut:
     Adapun beliau membakar seluruh mushaf dan menjadikan satu mushaf saja yang disepakati maka justru para ulama memandang hal itu adalah perbuatan mulia yang menjadikan kemuliaan bagi sahabat Utsman, karena berarti beliau telah memupus benih-benih perpecahan di tubuh kaum muslimin perihal bacaan kitab suci mereka. Lihatlah apa tindakan Abu Hurairah setelah Utsman melakukan apa yang beliau lakukan terhadap Alquran lalu sahabat Abu Hurairah menemuinya seraya mengatakan, “Sungguh engkau telah benar dan mencocoki kebenaran.”

Adapun tatkala di Mina beliau shalat sempurna dan tidak meng-qashar, maka beliau menjawab sendiri tuduhan tersebut, “Ketahuilah, yang demikian adalah karena aku mendatangi suatu negeri yang di dalamnya terdapat keluargaku, sehingga aku menyempurnakannya karena dua asalan bermukin dan menjenguk keluarga.”
Dan Al-Hafizh telah menukil dari Al-Iman az-Zuhri beliau mengatakan, “Utsman shalat sempurna di Mina empat rakaat karena orang badui (Arab pegunungan) di tahun itu sangatlah banyak, maka Utsman hendak mengajari mereka bahwa shalat (zhuhur dan Ashar) adalah empat rakaat.”
Adapun tentang beliau menambahkan adzan sebelum Jumat karena beliau memandang terdapat maslahat yang menuntut akan hal tersebur, karena kota Madinah semakin luas dan orang-orang semakin banyak sehingga adzan tersebut adalah tanda bahwa shalat Jumat akan segera ditegakkan.
Al-Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Saib bin Yazid bahwa Utsman menambahkan adzan kedua pada masanya karena tatkala itu manusia yang tinggal di Madinah sudah sangatlah banyak.
Dan seandainya perbuatan itu munkar maka pasti akan diingkari oleh para sahabat senior yang tatkala itu masih hidup. Kalau demikian keadaannya, maka hal itu merupakan salah satu sunah khulafaur rasyidin dan sunah mereka adalah termasuk sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang kita diperintah untuk berpegang teguh dengannya.
Ketiga: Beliau dicela karena beberapa tindakan di antaranya karena beliau telah absen dalam Perang Badar, dan ketika Perang Uhud beliau termasuk orang-orang yang ikut lari ke belakang dan beliau tidak ikut dalam Bai’at Ridhwan.
Sahabat Abdullah bin Umar telah menjawab tuduhan-tuduhan tersebut sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari:
Seorang laki-laki datang dari Mesir untuk berhaji, lalu ia melihat suatu kaum tengah duduk-duduk. Ia bertanya, “Siapa mereka?” Lalu dijawab, “Mereka adalah orang-orang Quraisy.” Ia berkata, “Siapa syaikh mereka?” Mereka menjawab, “Abdullah bin Umar.” Lalu ia bertanya, “Wahai Abdullah bin Umar, aku akan menanyakan beberapa hal kepadamu. Apakah engkau tahu bahwa Utsman telah lari dalam Perang Uhud?” Beliau menjawab, “Benar.” Ia melanjutkan, “Apakah engkau tahu bahwa ia juga telah absen dari Perang Badar?” Beliau menjawab, “Benar.” Ia bertanya lagi, “Apakah engkau tahu bahwa ia juga telah absen dalam Bai’at Ridhwan?” Beliau menjawab, “Benar.” Lalu laki-laki itu mengatakan, “Allahu Akbar!!”
Ibnu Umar mengatakan, “Kemarilah, aku akan jelaskan kepadamu. Adapun Utsman telah lari dalam Perang Uhud maka aku bersaksi bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memaafkannya, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ تَوَلَّوْا مِنكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ إِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطَانُ بِبَعْضِ مَاكَسَبُوا وَلَقَدْ عَفَا اللهُ عَنْهُمْ إِنَّ اللهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.”(Q.S. Ali-Imran: 155)
Adapun beliau absen dalam Perang Badar karena tatkala istri beliau yaitu putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang sakit keras, sehingga ia diizinkan untuk tidak hadir dalam peperangan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepadanya, “Sesungguhnya bagimu seperti pahalanya orang yang ikut menyaksikan Perang Badar.” Dan mengenai absennya beliau dalam Bai’at Ridhwan karena seandainya ada orang yang lebih mulia dari Utsman di Mekah maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mengutusnya ke Mekah, maka tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusnya, beliau mengatakan ini adalah bai’atnya Utsman.” Setelah itu Ibnu Umar mengatakan kepada laki-laki tersebut, “Sekarang pergilah engkau.”
Wafatnya Utsman bin Affan Khalifah
     Tatkala syubhat-syubhat – yang hakikatnya lemah tersebut – tidak dapat terbendung maka api kebencian telah menyulut pada hati-hati para pemberontak. Akhirnya, mereka datang ke Madinah dan mengepung rumah Utsman. Mereka meminta agar Utsman meninggalkan kekhalifahannya atau mereka akan membunuhnya.
     Namun, Ibnu Umar segera masuk menemui Utsman dan mendorongnya agar ia jangan sampai menanggalkan kekhalifahannya karena berarti itu telah membuat sunah yang jelek, sehingga setiap kali manusia tidak menyenangi pemimpinnya, maka mereka akan mencopot paksa kepemimpinan tersebut. Utsman pun menyadari bahwa inilah fitnah yang sejak jauh-jauh hari telah diberitakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Karena itu, Utsman hanya bisa bersabar dan menyerahkan urusannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
     Akhirnya, orang-orang Khawarij tersebut memanjat rumah Utsman, lalu pedang-pedang mereka mengalirkan darah Utsman yang suci sedang beliau tengah berpuasa dan membaca kitabullah, hingga tetesan darah pertama tatkala membaca,
فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah: 137)
Di malam hari sebelum Utsman meninggal dunia, ia bermimpi bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau mengatakan, “Wahai Utsman, berbukalah bersama kami.” Dan tatkala shubuh ia berpuasa dan meninggal dunia di hari itu juga.
Mutiara Teladan
Beberapa pelajaran berharga di antaranya:
  1. Aksi demonstrasi dan protes adalah buah teladan dari kaum Khawarij, dengan berpijak pada syubhat-syubhat yang lemah mereka menghalalkan yang haram. Pada hakikatnya mereka adalah orang-orang yang senang membuat kerusakan di muka bumi.
  2. Merupakan kewajiban seorang mukmin tatkala menerima berita hendaklah untuk tasabbut (mencari kebenaran berita) terlebih dahulu, jangan langsung asal percaya. Terlebih lagi kalau berita itu datang dari orang-orang fasik yang tidak menjaga muru’ah. Alquran mengajari kita berhati-hati dalam menerima berita-berita yang belum jelas sumbernya apalagi yang menyangkut kehormatan kaum muslimin.
  3. Figur Utsman adalah teladan bagi kita dalam membelanjakan harta yang telah diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka hendaknya para saudagar kaya, para konglomerat, sadar bahwa harta akan bermanfaat baginya bila digunakan untuk menunjang kehidupan akhirat yang kekal.
Sumber: Majalah Al-Furqon, Edisi 08 Tahun ke-10 Muharram 1431 H/2010
Tags: kisah Utsman bin Affan, biografi Utsman bin Affan, khalifah Utsman bin Affan.

TIPS UNTUK DISIPLIN

Apakah Disiplin Diri itu ?
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, Disiplin berarti melatih batin dan watak supaya perbuatannya menaati tata tertib. Disiplin diri berarti melatih diri melakukan segala sesuatu dengan tertib dan teratur secara berkesinambungan untuk meraih impian dan tujuan yang ingin dicapai dalam hidup.
 Mengapa kita perlu disiplin ?
Disiplin diri akan terasa manfaatnya jika kita memiliki suatu impian dan cita – cita yang ingin dicapai. Kita harus mendisiplinkan ( melatih ) diri untuk mengerjakan hal – hal yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, di dunia ini dibuat peraturan – peraturan yang disertai hukuman yang setimpal. Hal ini tidak lain agar setiap manusia mau belajar hidup disiplin dan menaati aturan yang ada sehingga dunia tidak kacau balau dan seseorang tidak dapat berbuat sekehendak hatinya.
Mengapa disiplin itu sulit ?
Kebiasaan yang kita lakukan akan menentukan masa depan kita. Kebiasaan yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik, begitupun sebaliknya, namun untuk membiasakan kebiasaan baik itu tidak mudah. Mengapa demikian ?
1.      Manusia memiliki sifat – sifat mendasar seperti : cenderung bermalas -malasan, ingin hidup seenaknya mengikuti keinginan hatinya dan keinginan untuk melanggar peraturan – peraturan yang ada.
2.      Kita selalu menganggap pekerjaan sebagai suatu kewajiban apapun beban yang harus dilakukan, bukan sebagai kesenangan. Pepatah mengatakan “ kita akan lebih mudah menerapkan disiplin diri jika kita mencintai apa yang kita kerjakan ”.
3.      Manusia cenderung cepat bosan jika melakukan kegiatan yang sama dalam jangka waktu lama.
·         Tips untuk dapat hidup dengan disiplin, dengan cara :
1.      Kalahkan diri sendiri.
  1. Lakukan kegiatan selingan sesekali di luar rutinitas.
  2. Fokuskan fikiran pada tujuan akhir yang ingin dicapai.
  3. Tetapkan tujuan atau target yang ingin dicapai dalam waktu dekat.
  4. Buat urutan prioritas hal – hal yang ingin kita lakukan.
  5. Buat jadwal kegiatan secara tertulis.
  6. Lakukan kegiatan sesuai dengan jadwal yang kita buat, tetapi jangan terlalu kaku.
  7. Berusahalah untuk selalu dsiplin dengan jadwal program kegiatan yang sudah kita susun sendiri.
Disiplin diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang kita lakukan secara berulang – ulang dan terus menerus secara berkesinambungan sehingga menjadi suatu hal yang biasa kita lakukan. Disiplin diri dalam melakukan suatu tindakan yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan akan manjadi suatu kebiasaan yang mengarah pada tercapainya keunggulan. Keunggulan membuat kita memiliki kelebihan yang dapat kita gunakan untuk  meraih tujuan hidup yang menentukan masa depan kita.
CARA UNTUK MENDISIPLINKAN DIRI

1. Ambil beberapa langkah kecil secara konsisten:
Agar bisa tumbuh menjadi seorang yang benar-benar disiplin hanyalah diperlukan beberapa langkah kecil namun KONSISTEN. Anda tidak bisa menjadi seorang yang disiplin hanya dalam sekejap malam. Orang yang berusaha melakukan hal tersebuat akan menyerah dan kembalilah mereka tidak berdisiplin seperti pada awalnya. Disiplin memerlukan waktu untuk berkembang, tetapi Anda harus ditentukan. Semakin Anda berusaha mengambil langkah-langkah disiplin, akan menjadi semakin kuat. Misalnya, mulailah dengan sesuatu yang kecil namun bisa membuat Anda merasa nyaman. Hal-hal kecil itu bisa berupa olahraga selama 15 menit setiap hari, bangun 10 menit lebih awal dll. Jika Anda merokok 20 batang rokok setiap hari dan Anda ingin mendisiplinkan diri untuk menghentikan kebiasaan tersebut, anda dapat mulai dengan merokok 19 batang, selanjutnya 18 batang dan mengurangi satu batang setiap hari. Dengan beriringnya waktu pada ahirnya anda akan bisa berhenti merokok. Jika Anda menbrusaha untuk berhenti merokok secara serta merta, pada uung-uungnya adanda akan kembali melkaukannya. Intinya adalah Anda harus mengambil langkah-langkah kecil setiap hari secara konsisten.
2. Cobalah untuk tidak menunda-nunda:
Buatlah daftar apa saja yang ingin anda capai dan cobalah untuk mengambil tindakan segera. Tetapkan tenggat waktu dan buatlah janji pada diri anda sendiri bahwa Anda akan melakukan rencana-rencana Anda itu sampai Anda benar-benar menyelesaikannya. Cobalah untuk tidak menunda-nunda. Menunda-nunda hanya akan melemahkan Anda dan menghalangi anda menjadi orang yang berdisiplin. Ketika Anda mencapai tujuan-tujuan kecil, maka hal itu akan memperkuat batin Anda untuk menetapkan tujuan-tujuan lebih banyak lagi dan mencapainya. Efek kumulatifnya adalah bahwa Anda akan meningkatkan kekuatan pikiran Anda yang memungkinkan Anda untuk menetapkan tujuan yang lebih besar dan mencapainya.
3. Perhitunhkan Setiap Hari:
Upayakan untuk berlatih disiplin-diri dalam hal-hal kecil setiap hari. Bisa bangun pagi-pagi pada jam 05:00 untuk belajar selama minimal 15 menit sebelum anda berolah raga selama 15 menit berikutnya. Jika Anda melewatkan satu hari saja, maka tingkat kedisplinan Anda akan turun dan hal ini pada ahirnya akan melemahkan tekad Anda.
4. Visualisasikan pencapaian akhir Anda:
Luangkan waktu untuk memvisualisasikan sesuatu yang bisa terlihat saat Anda mencapai tujuan Anda dan juga aspirasi sebagai akibat dari langkah-langkah disiplin setiap hari yang anda ambil. Gariskan apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan Anda dan ambil tindakan segera. Proses visualisasi akan membantu Anda untuk menjaga momentum bahkan ketika Anda terganggu dengan keinginan-keinginan yang tidak penting.
5. Dapatkan seseorang untuk melatih Anda:
Dapatkan seseorang untuk memantau kemajuan Anda. Hal itu bisa berupa seorang teman dari seorang coach terlatih. Manfaat memiliki seorang pelatih sangatlah banyak. Seorang pelatih akan menunjukkan di mana titik kesalahan anda dan akan menempatkan Anda pada jalur yang benar. Artinya, dengan begitu tingkat pertumbuhan anda menjadi lebih cepat.
6. Belajarlah untuk menolak kepuasan Instan:
Praktikkan kebiasaan untuk menolak beberapa keinginan Anda yang menyenangkan. Jika Anda suka menonton televisi tanpa henti, batasi berapa jam Anda akan menghabiskan di depan layar TV, hal ini dapat dicapai ebih cepat dengan menetapkan batas waktu. Hindarkan diri dari kebiasaan yang menurunkan tekad Anda untuk berdisiplin, misalnya seperti banyak minum alkohol. Tolak lah kesenangan sesaat dan paksakan diri anda untuk melakukan apa yang penting saat ini. Sebelum mengambil tindakan, pikirkan terlebih dulu. Pikirkan tentang efek jangka panjang dari tindakan Anda.Disiplin diri membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh dari diri anda. Meskipun mungkin tidak mudah pada awalnya, tapi dengan kegigihan dan kesungguhan, Anda akan menguasai dan mengambil kendali seleuruhnya atas hidup Anda.Mari kita lihat tujuh kebiasaan yang akan membantu Anda dalam hal ini.
1. Jangan Kehilangan Pengamatan Tujuan Anda dan Selalu Memiliki Gambar Besar di Pikiran

Jika Anda merasa bahwa Anda kekurangan disiplin diri, jangan berkecil hati dan mengambil isyarat dari bagaimana anak-anak secara otomatis belajar untuk mengadopsi perilaku yang selaras dengan apa yang kita terus ajarkan kepada mereka dan perlahan-lahan membawa perubahan dalam diri mereka.
Hal ini kontras dengan saat-saat ketika mereka tidak bisa mengendalikan reaksi mereka dan merespon secara spontan dengan keinginan dan harapan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa disiplin diri dapat dikultivasikan dengan beberapa upaya pada bagian dari individu.
Setelah mereka ke dalam alur membuat perubahan, mereka mampu membuat kemajuan pesat pada diri mereka sendiri dan tidak memerlukan motivasi eksternal untuk terus di jalan itu. Mereka didorong oleh semangat internal dan antusiasme.
Anak laki atau wanita membuat titik untuk belajar keras dan mendapatkan nilai bagus karena kepuasan luar biasa mereka berasal darinya. Setelah Anda mengetahui manfaat yang dapat dinikmati oleh Anda melalui disiplin diri, Anda tidak keberatan menunda kepuasan Anda dan bersedia untuk membuat perubahan yang diperlukan dalam gaya hidup Anda untuk mencapai itu.
Oleh karena itu konsistensi tindakan yang akan memungkinkan Anda untuk membuat kemajuan menuju tujuan Anda dan terkadang membuat pilihan yang tidak memberi kebahagiaan langsung tetapi diperlukan untuk membantu Anda mencapai tujuan Anda dalam jangka panjang. Karena itu Anda memiliki pilihan untuk membuat langkah yang tepat dalam rangka untuk maju atau terhenti.

2. Jaga Ketekunan
Dikatakan bahwa mengembangkan disiplin diri dan mempertahankan itu mirip dengan membangun otot melalui latihan kekuatan. Ketika Anda baru memulai, otot lemah dan Anda tidak mampu mengangkat beban yang berat, tapi perlahan-lahan dari waktu ke waktu mereka menjadi lebih kuat dan Anda dapat melihat kemajuan yang Anda buat dalam mengangkat beban lebih berat.
Disiplin diri adalah sama dan meskipun Anda mungkin merasa tidak nyaman pada awalnya, Anda akan menemukan bahwa ketika bertahan dalam usaha, Anda dapat melihat perubahan dalam diri. Hal ini membutuhkan ketekunan dan kemampuan untuk terus tanpa terganggu oleh impuls negatif.
Satu-satunya cara untuk tetap berada di jalur adalah untuk selalu mengingatkan diri dari gambaran besar dan apa yang ingin Anda capai dan yang akan memungkinkan Anda untuk menjaga kursus Anda. Aspek positif adalah seperti proses membangun otot, Anda akan menemukan bahwa menjaga disiplin diri mulai menjadi lebih mudah dan Anda tidak perlu upaya ekstra. Ini mulai menjadi sifat kedua untuk Anda dan setiap kali Anda merasakan kesuksesan, Anda cenderung untuk menjadi lebih dan lebih baik untuk mencapai tujuan Anda.


3. Mulai Mencapai Keberhasilan Kecil
Anda dapat membuat awal yang merangsang kepercayaan dengan memilih salah satu kebiasaan yang bisa membuat perbedaan terlihat oleh Anda. Sebagai contoh, Anda dapat memastikan bahwa Anda merapikan kertas berantakan di meja Anda setiap hari sehingga Anda dapat melihat efisiensi dalam pekerjaan Anda. Dengan melakukan tugas ini secara teratur untuk jangka waktu tiga minggu tanpa henti atau jeda, Anda secara otomatis akan membangun disiplin diri dalam diri sendiri dan merasa senang bahwa Anda telah mencapai sesuatu yang nyata.
Hal ini penting pada  Anda untuk tidak menyerah kepada alasan apapun dan tetap pada tugas. Ketika Anda melihat kembali apa yang telah dicapai setelah tiga minggu, Anda akan merasa lebih percaya diri tentang sisa disiplin tetap untuk tugas-tugas di masa depan dan itu baik untuk perkembangan Anda.



4. Memiliki Tujuan Sangat Khusus di Pikiran
Setelah menunjukkan bahwa Anda dapat membuat perubahan yang diperlukan dalam perilaku Anda untuk mencapai tugas tertentu, sekarang saatnya bagi Anda untuk menetapkan tujuan yang spesifik, sehingga Anda kemudian dapat bekerja untuk mengembangkan disiplin diri dan kekuatan karakter untuk mencapai mereka melalui inisiatif terfokus.
Anda dapat memulai dengan memilih suatu kegiatan yang akan sangat menguntungkan Anda seperti sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan Anda misalnya. Jika Anda membuat pikiran Anda tentang kehilangan berat badan atau mengembangkan stamina yang lebih baik, maka Anda dapat memetakan rencana di mana Anda akan melakukan banyak disiplin diri dalam menghindari makanan tertentu. Bila Anda mampu untuk tetap pada rencana ini dan sukses, Anda akan tahu bahwa Anda memang dapat mencapai apa yang Anda cari untuk dicapai dan yang akan memacu Anda pada target yang lebih besar untuk dicapai.
Saat Anda berada di jalan itu, Anda harus sadar akan jebakan yang mungkin dapat menjadi batu sandungan bagi keberhasilan Anda. Ini harus benar-benar membuat Anda lebih tekundalam upaya Anda dan Anda tidak perlu menyerah pada setiap kelemahan. Misalnya, jika Anda telah memutuskan untuk menurunkan berat badan dan menjaga diri dari makanan penutup, Anda tidak harus menyerah pada godaan mencoba satu sekali-sekali dan merasa bahwa hal itu tidak akan membuat Anda kembali di jalan Anda. Di sinilah disiplin diri diuji dan jika Anda dapat menahan godaan, Anda akan tahu bahwa Anda telah berhasil melaksanakan dan meningkatkan disiplin diri lebih jauh. Ini adalah kasus klasik mencapai kepuasan segera untuk kebaikan yang lebih besar di masa depan.
Ketika menetapkan tujuan, Anda harus ingat untuk membuat mereka realistis dan sesuatu yang dapat dengan mudah diukur atau diperkirakan. Jika Anda telah memutuskan untuk menurunkan berat badan, maka lebih baik untuk menetapkan target kuantitatif dan terukur seperti kehilangan 20 pound dalam 10 minggu bukannya kabur tentang hal itu.Ketika Anda menetapkan target terukur, Anda menjadi lebih fokus dan otomatis cenderung untuk bekerja ke arah itu. Jika hal ini tidak dilakukan, Anda tidak akan dapat mengambil langkah-langkah awal seperti Anda tidak tahu tujuan akhir.
5. Menentukan Tindakan untuk Mencapai Target dan Jalankan
Setelah memutuskan pada target, Anda sekarang harus menempatkan tindakan yang Anda usulkan untuk mengerjakan yang akan memungkinkan Anda mencapai target itu. Jadi, mengambil contoh penurunan berat badan, Anda bisa memutuskan untuk benar-benar menghilangkanminuman berkarbonasi, melakukan setengah jam berjalan di pagi hari, dan memilih untuk diet buah-buahan serta sayuran.
Anda harus menyadari bahwa ini adalah model rencana aksi dan Anda tidak memiliki pilihan untuk keluar darinya. Anda tinggal kursus dan mulai menerapkan rencana ini, Anda akan mendapatkan lebih dekat dengan tujuan Anda dan dalam proses terus meningkatkan disiplin diri. Menyimpang jauh dari mereka bisa membuat Anda kembalidari tujuan Anda dan Anda harus selalu ingat bahwa Anda sendiri memiliki pilihan di tangan untuk memimpin kehidupan pilihan Anda.
6. Menjaga Konsekuensi di Pikiran
Seperti yang disebutkan sebelumnya, sama seperti anak-anak tidak mampu mengidentifikasi dampak bahwa tindakan mereka saat ini akan mempengaruhi di jalan kehidupan mereka, Anda juga  tidak menyadari dampak dari tindakan yang Anda ambil atau kelemahan Anda di waktu-waktu tertentu. Usaha Anda harus selalu tetap fokus pada gambaran yang lebih besar dan bersedia untuk mengorbankan kepuasan instan sampai saat Anda mencapai apa yang Anda tetapkan untuk mencapai.
Dalam hal ini, proses visualisasi bisa menjadi alat yang sangat berguna untuk memungkinkan Anda mengatasi situasi. Ini dapat membantu Anda memotivasi diri sendiri dan disiplin diri. Visual yang sehat dan bugar secara otomatis Anda akan membantu Anda menghindari kesenangan jangka pendekdari seleradan mendorong Anda menuju tujuan akhir Anda. Dalam situasi pencobaan, pastikan Anda berlatih visualisasi sampai kejadianberlalu.
7. Menilai Kemajuan Anda yang Telah Dibuat
Sangat penting untuk menilai kemajuan Anda yang telah mampu dibuat setelah jangka waktu tertentu. Menurut para ahli, dibutuhkan sekitar tiga minggu untuk membangun atau memasukkan  perubahan dalam kebiasaan dan tempat untuk melihat perbedaan. Bila Anda melihat perubahan positif yang telah terjadi selama tiga minggu terakhir, Anda akan menjadi lebih percaya diri untuk menghadapi tantangan kaku.
Anda juga akan dapat mengakui komitmen yang ditunjukkan oleh Anda dan itu akan memotivasi Anda untuk menghadapi tantangan di masa depan. Proses ini akan sama - Anda menetapkan tujuan baru, merumuskan rencana aksi untuk mencapai mereka dan menjaga program sampai Anda mencapai mereka.
Kadang-kadang, ada kemungkinan bahwa Anda akan mengalami beberapa kesulitan dalam mendukungrencana Anda. Jangan berkecil hati dan memperlakukannya sebagai pengalaman  yang berharga. Setidaknya Anda sekarang tahu kekuatan serta kelemahan Anda. Ini akan membantu Anda mengidentifikasi bagian-bagian yang Anda lakukan dengan baik dan di mana Anda perlu upaya ekstra untuk mengatasi impuls negatif. Ini juga akan berguna untuk melihat secara dekat keadaan yang menyebabkan melemahnya daya kehendak Anda yang akan membantu Anda menjaga mereka dengan mengambil langkah yang diperlukan.
Pastikan bahwa Anda merayakan momen sukses Anda. Itu akan membantu Anda menyadari Anda untuk tetap fokus dan disiplin yang akan menyebabkan Anda mampu menerapkan disiplin diri dengan baik konsisten menuju kemajuan. Jika Anda terus dan tetap, Anda pasti akan mencapai tujuan yang Anda telah ditetapkan untuk diri sendiri.

Sumber: www.motivasibangsa.com