Modul 1
MENGUKUR
KOMPONEN
ABSTRAK
Suatu proses pengukuran nilai komponen dengan nenggunakan perangkat
Avo Meter akan dianalisa pada tulisan ini. Penganalisaan dilakukan dengan
melakukan pengukuran pada beberapa komponen, resistor, induktor, kapasitor ,
dan dioda.
Setiap pengukuran diharapkan memiliki tingkat kesalahan (error)
yang kecil. Oleh karena itu sangat diperlukan pengukuran yang baik dan tepat
dengan harapan dapat meminimalkan terjadinya error yang diperoleh melalui
instrumen yang reliabilitasnya tinggi.
I.
Pendahuluan
Komponen
- komponen elektronik merupakan bagian yang paling penting dalam perangkat
elektronik. Hampir tidak ada perangkat elektronik yang tidak menggunakan komponen
elektronik.
Akan
tetapi di dalam penggunaannya, sering kali kita dapati kerusakan pada komponen
elektronik. Untuk mengatasi hal tersebut, di lakukanlah pengukuran terhadap
komponen elektronik supaya bisa di ketahui komponen mana yang rusak sehingga
bisa cepat di ganti dengan yang baru.
Oleh
karena itu, pada praktikum kali ini, penulis ingin menulisan proses dan hasil
percobaan tentang pengukuran terhadap komponen elektronik.
II. Teori Dasar
Komponen
elektronika adalah komponen yang tidak bisa dipisahkan pada setiap alat atau perangkat elektronik dalam
kebutuhan kita sehari-hari. komponen ini sangat banyak jenis, kita akan
jelaskan kembali sedikit tentang perangkat elektronika, diantaranya : Resistor,
Kapasitor aatu Condensator, Dioda, Trafo, dan Induktor.
Resistor
Resistor
ini adalah sebuah komponen hambatan, dimana komponen ini bekerja untuk menjadikan tegangan yang besar menjadi
lebih kecil dengan satuan hitung ohm.
Cara pengukuran dengan menggunakan multi tester ialah jika komponen ini kondisi
baik maka jarum multi akan bergerak, jika rusak maka jarum multi tidak bergerak
Condensator
Komponen
ini adalah termasuk salah satu komponen pasif yang banyak dipergunakan dalam rangkaian elektronika.
Condensator dalam bidang elektronika disebut juga kapasitor atau condenser.
Dioda
Dioda
berfungsi sebagai penyearah arus atau tegangan, karena pada dioda terdapat
kutub positif dan kutub negative, komponen dioda ini tidak boleh dipasang terbalik, komponen ini juga ada yang
disebut dioda led yaitu dioda yang berfungsi mengeluarkan cahaya.
Induktor
Indultor
juga termasuk dari pada bagian komponen elektronika, fungsi dari kumparan atau
lilitan ini sebagai pembentuk gelombang elektromaghnet atau dapat juga
dikatakan sebagai filter
Trafo
Trafo adalah suatu
alat listrik yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain.
Maksud dari pengubahan taraf tersebut diantaranya seperti menurunkan Tegangan
AC dari 220VAC ke 12 VAC ataupun menaikkan Tegangan dari 110VAC ke 220 VAC.
Transformator atau Trafo ini bekerja berdasarkan prinsip Induksi
Elektromagnet dan hanya dapat bekerja pada tegangan yang berarus bolak balik
(AC).
Untuk
mengukur komponen yang ada di atas kita bisa menggunakan AVO Meter. AVO Meter adalah alat yang berfungsi
untuk mengukur Voltage (Tegangan), Ampere (Arus Listrik), dan Ohm
(Hambatan/resistansi) dalam satu unit.
III. Metodologi
A.
Alat dan Bahan :
1.
5 buah Resistor.
2.
3 buah kondensator.
3.
3 buah Induktor.
4.
3 buah Trafo.
5.
3 buah Dioada.
B. Langkah Percobaan :
Percobaan
1 :
1.
Ambil
5 buah Resistor yang telah di sediakan
denga gelang warna yang berbeda.
2.
Lihat
kode warna yang ada pada Resisitor kemudian lihat besarnya nilai resistansi
tiap resistor.
3.
Catat
hasil perhitungan tersebut pada lembar data.
Percobaan 2 :
1.
Putar
selector batas ukur AVO Meter pada posisi OHM X1, X10, atau X1K tergantung pada
besar nilai resistor yang akan di ukur.
2.
Kalibrasi
AVO Meter terlebih dahulu dengan cara menempelkan kedua probe AVO Meter agar menunjuk
0 Ohm dengan cara memutar zero adjustment ke kanan atau ke kiri.
3.
Ukur
nilai resistansi dari resistror yang akan
di ukur.
4.
Lakukan
kalibirasi setiap selector batas ukur di pindahkan (berlaku pada hukum Ohm).
5.
Lakukan
hal yang sama pada resistor lainnya.
6.
Catat
hasil pengukuran pada lembar data.
Percobaan
3 :
1.
Persiapkan
Elco yang akan di ukur.
2.
Batas
ukur pada posisi OHM.
3.
Kalibrasi
AVO Meter terlebih dahulu.
4.
Tempelkan
Probe merah (+) Avo Meter pada kutubpositif Elco. Dan Probe hitam (-) pada
kutubnegatif Elco.
5.
Jika
jarum bergerak menunjukan nilai tertentu dan kembali ke posisi semula secara
perlahan, berarti Elco dalam kondisi baik.
6.
Jika
tidak kembali ke posisi semula berarti Elco bocor.
7.
Jika
jarum jam tidak bergerak berarti Elco putus.
8.
Catat
hasil pengukuran lembar data.
Percobaan 4 :
1.
Persiapkan
Induktor yang akan di ukur.
2.
Batas
ukur pada posisi OHM.
3.
Kalibrasi
AVO Meter terlebih dahulu.
4.
Posisi
Probe merah dan hitam boleh terbolak-balik.
5.
Induktor
di katakan baik jika jarum jam menunjukan nlai tertentu.
6.
Jika
jarum jam tidak bergerak berarti induktor putus.
7.
Catat
hasil pengukuran pada lembar data.
Percobaan 5 :
1.
Persiapkan
Trafo yang akan di ukur.
2.
Batas
ukur pada posisi OHM.
3.
Kalibrasi
AVO Meter terlebih dahulu.
4.
Posisi
Probe merah dan hitam boleh terbolak-balik.
5.
Trafo
terdiri dari dua bagian, yaitu bagian primer (220v) dan bagian sekunder
(9v,12v, dan lain-lain).
6.
Ukur
bagian primer Trafo, jika jarum bergerak menunjukan nilai tertentu berarti
bagian primer Trafo baik, jika trafo tidak bergerak berarti bagian primer Trafo
putus.
7.
Ukur
bagian sekunder Trafo, jika jarum bergerak menunjukan nilai tertentu berarti
bagian sekunder Trafo baik, jika trafo tidak bergerak berarti bagian sekunder
Trafo putus.
8.
Ukur
bagia primer dan sekunder Trafo, jika jarum tidak bergerak berarti Trafo baik,
jika jarum bergerak menunjukan angka tertenti, berarti Trafo konslet.
9.
Catat
hasil pengukuran pada lembar data.
Percobaan 6 :
1.
Persiapkan
Dioda yang akan di ukur.
2.
Batas
ukur pada posisi OHM.
3.
Kalibrasi
AVO Meter terlebih dahulu.
4.
Tempelkan
Probe merah (+ ) AVO Meter pada kaki Katoda dan Probe hitam pada kaki Anoda.
5.
Jika
jarum menunjukan nilai tertentu, berarti dioda dalam kondisi baik.
6.
Jika
jarum tidak bergerak berarti Dioda putus.
7.
Balikkan
posisi Probe AVO Meter.
8.
Tempelkan
Probe merah (+ ) AVO Meter pada kaki Katoda dan Probe hitam pada kaki Anoda.
9.
Jika
jarum tidak bergerak berarti dioda baik.
10.
Jika
jarum bergerak berarti dioda bocor.
11.
Catat
hasil pengukuran lembar data.
IV.
Hasil
dan Analisis
Percobaan 1dan 2.
Resisitor
|
Gelang Ke
|
Hasil
|
||||
1
|
2
|
3
|
4
|
Pembacaan
|
Pengukuran
|
|
R1
|
6
|
8
|
X10
|
5%
|
680+/-34
|
678 Ohm
|
R2
|
1
|
0
|
X100
|
5%
|
1000+/-50
|
890 Ohm
|
R3
|
2
|
0
|
X10
|
5%
|
200+/-10
|
210 Ohm
|
R4
|
1
|
0
|
X1000
|
5%
|
10000+/-500
|
8500 Ohm
|
R5
|
4
|
7
|
X10
|
5%
|
470+/-23,5
|
420 Ohm
|
Analisis
Prcobaan 1 dan 2 :
Pada
Percobaan pengukuran Resistor R1, kita bisa melihat bahwa nilai hasil
pengukuran diatas itu tepat. Sebab, tingkat toleransi R1 itu
berkisar dari 646-714. Dan angka 678 ada
dalam kisaran toleransi tersebut. Dengan begitu, dapat di simpulkan bahwa
resistor dalam keadaan baik. Karena resistor bisa menghambat sesuai dengan
batas toleransi.
Berbeda
halnya dengan R2. Kita bisa melihat bahwa hasil pengukuran R2 diatas tidaklah
tepat.Sebab, angka 890 tidak berada dalam tingkat toleransi yang mana kisaran
toleransi R2 adalah 950-1050. Artinya, resistor tersebut tidak dalam keadaan
baik. Karena Resistor tidak bisa menghambat sesuai dengan toleransi yang di
tentukan.
Pada
percobaan pengukuran Resistor R3, kita bisa melihat bahwa nilai hasil
pengukuran diatas itu tepat. Sebab, tingkat toleransi R2 itu
berkisar dari 190-210. Dan angka 210 berada di dalam kisaran tersebut. Dengan
begitu, dapat di simpulkan bahwa resistor dalam keadaan baik. Karena resistor
bisa menghambat sesuai dengan batas toleransi.
Pada
percobaan pengukuran Resistor R4, kita bisa melihat bahwa nilai hasil
pengukuran diatas itu tidak tepat. Sebab, angka 850 pada
pengukuran tidak berada dalam kisaran toleransi, yang mana kisaran toleransi R4
adalah 9500-10500. Artinya, resistor tersebut tidak dalam keadaan baik. Karena
Resistor tidak bisa menghambat sesuai dengan toleransi yang di tentukan.
Pada
percobaan pengukuran Resistor R5, kita bisa melihat bahwa nilai hasil
pengukuran diatas itu tidak tepat. Sebab, angka 420 pada
pengukuran tidak berada dalam kisaran toleransi, yang mana kisaran toleransi R5
adalah 446,5-493,5. Artinya, resistor tersebut tidak dalam keadaan baik. Karena
Resistor tidak bisa menghambat sesuai dengan toleransi yang di tentukan.
Percobaan 3
Electroit
Condensator
|
Nilai
|
Hasil
Pengukuran
|
C1
|
100 MicroFarad
|
Baik
|
C2
|
220
MicroFarad
|
Bocor
|
C3
|
1000
MicroFarad
|
Bocor
|
Analisis
Percobaan 3 :
Pada
percobaan pengukuran Kapasitor C1,
dengan ukuran kapasitas 100 MicroFarad, kita bisa melihat di tabel bahwa
kapasitor dalam keadaan baik. Sebab , saat di lakukan pengukuran jarum menunjuk
ke angka tertentu dan kembali ke posisi semula.
Sebaliknya
pada percobaan pengukuran Kapasitor C2,
dengan ukuran kapasitas 220 MicroFarad, kita bisa melihat di tabel bahwa
kapasitor dalam keadaan bocor. Sebab , saat di lakukan pengukuran jarum
menunjuk ke angka tertentu namun tidak kembali ke posisi semula.
Pada
percobaan pengukuran Kapasitor C3, dengan ukuran kapasitas 1000 MicroFarad,
kita bisa melihat di tabel bahwa kapasitor dalam keadaan bocor. Sebab , saat di
lakukan pengukuran jarum menunjuk ke angka tertentu namun tidak kembali ke
posisi semula.
Hal
itu terjadi karena kapasitor adalah penyimpan muatan sementara. Maksudnya
kapasitor menyimpan muatan hanya ketika listrik mengalir. Jika jarum jam
menujuk ke angka tertentu dan kembali, artinya muatan yang di simpan kapasitor
menghambat arus mengalir dari kutub (+) di AVO Meter ke kutub (-). Sehingga
tidak ada arus yang mengalir setelah proses penyimpanan.
Berbeda
halnya jika jarum jam tidak kembali. Artnya kapasitor tidak bisa menampung
muatan. Hal itu mengakibatkan arus mengalir dari kutub (+) di AVO Meter ke
kutub (-).
Percobaan
4
Induktor
|
Nilai
|
Hail
Pengukuran
|
L1
|
470+/-10%
|
Baik
|
L2
|
100+/-10%
|
Baik
|
L3
|
Unknow
|
Baik
|
Analisis Percobaan 4 :
Pada
percobaan pengukuran Induktor L1 dengan Nilai kisaran 423-517, kita bisa melihat bahwa Induktor L1 dalam
keadaan baik. Karena saat induktor di ukur, jarum menunjuk ke angka trtentu.
Hal itu karena, jika jarum menunjuk ke angka tertentu, menandakan bahwa
induktor masih bisa menyalurkan Arus listrik.
Pada
percobaan pengukuran Induktor L2 dengan Nilai kisaran 90-110, kita bisa melihat bahwa Induktor L2 dalam
keadaan baik. Karena saat induktor di ukur, jarum menunjuk ke angka trtentu.
Hal itu karena, jika jarum menunjuk ke angka tertentu, menandakan bahwa
induktor masih bisa menyalurkan Arus listrik.
Pada
percobaan pengukuran Induktor L2 dengan Nilai yang tidak di ketahui, kita bisa melihat bahwa Induktor L2 dalam
keadaan baik. Karena saat induktor di ukur, jarum menunjuk ke angka trtentu.
Hal itu karena, jika jarum menunjuk ke angka tertentu, menandakan bahwa
induktor masih bisa menyalurkan Arus listrik.
Percobaan
5
Trafo
|
Nilai
|
Hasil
Pengukuran
|
T1
|
unknow
|
Baik
|
T2
|
unknow
|
Baik
|
T3
|
unknow
|
Baik
|
Analisis
Percobaan 5 :
Pada
percobaan pertama yaitu Trafo T1, adalah Tarafo Primer (220v, dll). Kita bisa
melihat di tabel, bahwa hasil pengukuran menunjukan Trafo bagian Primer masih
berfungsi. Hal tersebut di buktikan saat trafo Primer di hubungkan satu sama
lain, jarum menunjuk ke angka tertentu. Hal itu karena di dalam Trafo primer,
semua ujung saling berhubungan satu sama
lain.
Pada
percobaan pertama yaitu Trafo T2, adalah Tarafo Sekunder (9v, 12v, dll). Kita
bisa melihat di tabel, bahwa hasil pengukuran menunjukan Trafo bagian
Sekunder masih berfungsi. Hal tersebut di
buktikan saat trafo Sekunder di hubungkan satu sama lain, jarum menunjuk ke
angka tertentu. Hal itu karena di dalam Trafo Sekunder, semua ujung saling berhubungan satu sama lain.
Pada
percobaan ketiga (T3), yaitu gabungan pengukuran antara Trafo Sekunder dan
Primer. Maksudnya adalah pengukuran dengan menghubungkan Trafo Sekunder dengan
Primer. Dan kita bisa melihat bahwa hasil yang ada di tabel menunjukan bahwa
Trafo tersebut dalam keadaan baik. Hal tersebut di buktikan dengan jarum AVO
Meter yang tidak bergerak. Hal itu karena Antara Bagian
Primer dan Sekunder tidak terhubung (Lihat di fisika bagian Elektromagnetik).
Trafo memanfaatkan gaya magnet untuk bisa di gunakan.
Percobaan
6
Dioda
|
Nilai
|
Hasil Pengukuran
|
D1
|
380
|
Baik
|
D2
|
400
|
Baik
|
Analisis
Percobaan 6
Pada
percobaan Dioda D1 kita bisa melihat bahwa keadaan Dioda D1 yang bernial 380 adalah
baik. Hal tersebut di tandai dengan jarum AVO Meter yang menunjuk ke angka tertentu. Hal itu karena
ketika jarum menunjuk ke angka tertentu, bisa di jadikan pertanda bahwa arus
memang bisa mengalir lewat Dioda. Jika jarum tidak menunjuk ke angka tertentu,
maka bisa di pastikaan Dioda putus.
Pada
percobaan Dioda D2 kita bisa melihat bahwa keadaan Dioda D2 yang bernial 400
adalah baik. Hal tersebut di tandai dengan jarum AVO Meter yang menunjuk ke angka tertentu. Hal itu karena
ketika jarum menunjuk ke angka tertentu, bisa di jadikan pertanda bahwa arus
memang bisa mengalir lewat Dioda. Jika jarum tidak menunjuk ke angka tertentu,
maka bisa di pastikaan Dioda putus.
V.
Kesimpulan
1.
Setiap
warna yang ada pada gelang resistor memiliki nilai masing-masing.
2.
Setiap
posisi gelang pada resistor juga memiliki makna masing-masing.
3.
Pengukuran
yang di lakukan terhadap komponen menghasilkan bukti bahwa ada beberapa
komponen yang bisa di bilang tidak berfungsi.
4.
Pada
Induktor, Kapsitor, Trafo, dan Dioda, tidak perlu mengunakan angka pengukuran
untuk membuktikan bahwa komponen tersebut berfungsi. Sedangkan pada Resistor,
di perlukan nilai perhitungan untuk membuktikannya.
Daftar
Pustaka
[1] http://teknikelektronika.com/pengertian-transformator-prinsip-kerja-trafo/ (di akses 18 Septeber
2015).
[2] http://ilman.blog.upi.edu/2015/03/25/mengukur-atau-menguji-komponen-elektronika/ (di
akses 19 Septeber 2015).
No comments:
Post a Comment
Sebaik-baiknya Manusia ialah yang meninggalkan jejak.
Krtitikan dan masukan anda bermanfaat bagi blog ini.