Tuesday, July 19, 2016

Mengukur Komponen

Modul 1

MENGUKUR KOMPONEN




ABSTRAK
      Suatu proses pengukuran nilai komponen dengan nenggunakan perangkat Avo Meter akan dianalisa pada tulisan ini. Penganalisaan dilakukan dengan melakukan pengukuran pada beberapa komponen, resistor, induktor, kapasitor , dan dioda.
   Setiap pengukuran diharapkan memiliki tingkat kesalahan (error) yang kecil. Oleh karena itu sangat diperlukan pengukuran yang baik dan tepat dengan harapan dapat meminimalkan terjadinya error yang diperoleh melalui instrumen yang reliabilitasnya tinggi.

I.     Pendahuluan

      Komponen - komponen elektronik merupakan bagian yang paling penting dalam perangkat elektronik. Hampir tidak ada perangkat elektronik yang tidak menggunakan komponen elektronik.
      Akan tetapi di dalam penggunaannya, sering kali kita dapati kerusakan pada komponen elektronik. Untuk mengatasi hal tersebut, di lakukanlah pengukuran terhadap komponen elektronik supaya bisa di ketahui komponen mana yang rusak sehingga bisa cepat di ganti dengan yang baru.
    Oleh karena itu, pada praktikum kali ini, penulis ingin menulisan proses dan hasil percobaan tentang pengukuran terhadap komponen elektronik.

II.     Teori Dasar

     Komponen elektronika adalah komponen yang tidak bisa dipisahkan pada  setiap alat atau perangkat elektronik dalam kebutuhan kita sehari-hari. komponen ini sangat banyak jenis, kita akan jelaskan kembali sedikit tentang perangkat elektronika, diantaranya : Resistor, Kapasitor aatu Condensator, Dioda, Trafo, dan Induktor.

Resistor
     Resistor ini adalah sebuah komponen hambatan, dimana komponen ini bekerja  untuk menjadikan tegangan yang besar menjadi lebih kecil dengan satuan  hitung ohm. Cara pengukuran dengan menggunakan multi tester ialah jika komponen ini kondisi baik maka jarum multi akan bergerak, jika rusak maka  jarum multi tidak bergerak

Condensator
     Komponen ini adalah termasuk salah satu komponen pasif yang banyak  dipergunakan dalam rangkaian elektronika. Condensator dalam bidang elektronika disebut juga kapasitor atau condenser.

Dioda
     Dioda berfungsi sebagai penyearah arus atau tegangan, karena pada dioda terdapat kutub positif dan kutub negative, komponen dioda ini tidak boleh  dipasang terbalik, komponen ini juga ada yang disebut dioda led yaitu dioda yang berfungsi mengeluarkan cahaya.

Induktor
     Indultor juga termasuk dari pada bagian komponen elektronika, fungsi dari kumparan atau lilitan ini sebagai pembentuk gelombang elektromaghnet atau dapat juga dikatakan sebagai filter

Trafo
     Trafo adalah suatu alat listrik yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain. Maksud dari pengubahan taraf tersebut diantaranya seperti menurunkan Tegangan AC dari 220VAC ke 12 VAC ataupun menaikkan Tegangan dari 110VAC ke 220 VAC.  Transformator atau Trafo ini bekerja berdasarkan prinsip Induksi Elektromagnet dan hanya dapat bekerja pada tegangan yang berarus bolak balik (AC).
     Untuk mengukur komponen yang ada di atas kita bisa menggunakan AVO Meter.  AVO Meter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur Voltage (Tegangan), Ampere (Arus Listrik), dan Ohm (Hambatan/resistansi) dalam satu unit.

III.     Metodologi

A.     Alat dan Bahan :

1.       5  buah Resistor.
2.       3  buah kondensator.
3.       3  buah Induktor.
4.       3  buah Trafo.
5.       3  buah Dioada.

B.     Langkah Percobaan :

Percobaan 1 :
1.       Ambil 5  buah Resistor yang telah di sediakan denga gelang warna yang berbeda.
2.       Lihat kode warna yang ada pada Resisitor kemudian lihat besarnya nilai resistansi tiap resistor.
3.       Catat hasil perhitungan tersebut pada lembar data.

Percobaan 2 :
1.       Putar selector batas ukur AVO Meter pada posisi OHM X1, X10, atau X1K tergantung pada besar nilai resistor yang akan di ukur.
2.       Kalibrasi AVO Meter terlebih dahulu dengan cara menempelkan kedua probe AVO Meter agar menunjuk 0 Ohm dengan cara memutar zero adjustment ke kanan atau ke kiri.
3.       Ukur nilai resistansi dari resistror yang akan  di ukur.
4.       Lakukan kalibirasi setiap selector batas ukur di pindahkan (berlaku pada hukum Ohm).
5.       Lakukan hal yang sama pada resistor  lainnya.
6.       Catat hasil pengukuran pada lembar data.

Percobaan 3 :
1.       Persiapkan Elco yang akan di  ukur.
2.       Batas ukur pada posisi OHM.
3.       Kalibrasi AVO Meter terlebih dahulu.
4.       Tempelkan Probe merah (+) Avo Meter pada kutubpositif Elco. Dan Probe hitam (-) pada kutubnegatif Elco.
5.       Jika jarum bergerak menunjukan nilai tertentu dan kembali ke posisi semula secara perlahan, berarti Elco dalam kondisi baik.
6.       Jika tidak kembali ke posisi semula berarti Elco bocor.
7.       Jika jarum jam tidak bergerak berarti Elco putus.
8.       Catat hasil pengukuran lembar data.

Percobaan 4 :
1.       Persiapkan Induktor yang akan di ukur.
2.       Batas ukur pada posisi OHM.
3.       Kalibrasi AVO Meter terlebih dahulu.
4.       Posisi Probe merah dan hitam boleh terbolak-balik.
5.       Induktor di katakan baik jika jarum jam menunjukan nlai tertentu.
6.       Jika jarum jam tidak bergerak berarti induktor putus.
7.       Catat hasil pengukuran pada lembar data.

Percobaan 5 :
1.       Persiapkan Trafo yang akan di ukur.
2.       Batas ukur pada posisi OHM.
3.       Kalibrasi AVO Meter terlebih dahulu.
4.       Posisi Probe merah dan hitam boleh terbolak-balik.
5.       Trafo terdiri dari dua bagian, yaitu bagian primer (220v) dan bagian sekunder (9v,12v, dan lain-lain).
6.       Ukur bagian primer Trafo, jika jarum bergerak menunjukan nilai tertentu berarti bagian primer Trafo baik, jika trafo tidak bergerak berarti bagian primer Trafo putus.
7.       Ukur bagian sekunder Trafo, jika jarum bergerak menunjukan nilai tertentu berarti bagian sekunder Trafo baik, jika trafo tidak bergerak berarti bagian sekunder Trafo putus.
8.       Ukur bagia primer dan sekunder Trafo, jika jarum tidak bergerak berarti Trafo baik, jika jarum bergerak menunjukan angka tertenti, berarti Trafo konslet.
9.       Catat hasil pengukuran pada lembar data.

Percobaan 6 :
1.       Persiapkan Dioda yang akan di ukur.
2.       Batas ukur pada posisi OHM.
3.       Kalibrasi AVO Meter terlebih dahulu.
4.       Tempelkan Probe merah (+ ) AVO Meter pada kaki Katoda dan Probe hitam pada kaki Anoda.
5.       Jika jarum menunjukan nilai tertentu, berarti dioda dalam kondisi baik.
6.       Jika jarum tidak bergerak berarti Dioda putus.
7.       Balikkan posisi Probe AVO Meter.
8.       Tempelkan Probe merah (+ ) AVO Meter pada kaki Katoda dan Probe hitam pada kaki Anoda.
9.       Jika jarum tidak bergerak berarti dioda baik.
10.    Jika jarum bergerak berarti dioda bocor.
11.    Catat hasil pengukuran lembar data.

IV.     Hasil dan Analisis

Percobaan 1dan  2.

Resisitor
Gelang Ke
Hasil
1
2
3
4
Pembacaan
Pengukuran
R1
6
8
X10
5%
680+/-34
678 Ohm
R2
1
0
X100
5%
1000+/-50
890 Ohm
R3
2
0
X10
5%
200+/-10
210 Ohm
R4
1
0
X1000
5%
10000+/-500
8500 Ohm
R5
4
7
X10
5%
470+/-23,5
420 Ohm

Analisis Prcobaan  1 dan  2 :
     Pada Percobaan pengukuran Resistor R1, kita bisa melihat bahwa nilai hasil pengukuran  diatas  itu tepat. Sebab, tingkat toleransi R1 itu berkisar dari 646-714.  Dan angka 678 ada dalam kisaran toleransi tersebut. Dengan begitu, dapat di simpulkan bahwa resistor dalam keadaan baik. Karena resistor bisa menghambat sesuai dengan batas toleransi.
     Berbeda halnya dengan R2. Kita bisa melihat bahwa hasil pengukuran R2 diatas tidaklah tepat.Sebab, angka 890 tidak berada dalam tingkat toleransi yang mana kisaran toleransi R2 adalah 950-1050. Artinya, resistor tersebut tidak dalam keadaan baik. Karena Resistor tidak bisa menghambat sesuai dengan toleransi yang di tentukan.
     Pada percobaan pengukuran Resistor R3, kita bisa melihat bahwa nilai hasil pengukuran  diatas  itu tepat. Sebab, tingkat toleransi R2 itu berkisar dari 190-210. Dan angka 210 berada di dalam kisaran tersebut. Dengan begitu, dapat di simpulkan bahwa resistor dalam keadaan baik. Karena resistor bisa menghambat sesuai dengan batas toleransi.
     Pada percobaan pengukuran Resistor R4, kita bisa melihat bahwa nilai hasil pengukuran  diatas  itu tidak tepat. Sebab, angka 850 pada pengukuran tidak berada dalam kisaran toleransi, yang mana kisaran toleransi R4 adalah 9500-10500. Artinya, resistor tersebut tidak dalam keadaan baik. Karena Resistor tidak bisa menghambat sesuai dengan toleransi yang di tentukan.
     Pada percobaan pengukuran Resistor R5, kita bisa melihat bahwa nilai hasil pengukuran  diatas  itu tidak tepat. Sebab, angka 420 pada pengukuran tidak berada dalam kisaran toleransi, yang mana kisaran toleransi R5 adalah 446,5-493,5. Artinya, resistor tersebut tidak dalam keadaan baik. Karena Resistor tidak bisa menghambat sesuai dengan toleransi yang di tentukan.

Percobaan 3

Electroit Condensator
Nilai
Hasil Pengukuran
C1
100 MicroFarad
Baik
C2
220 MicroFarad
Bocor
C3
1000 MicroFarad
Bocor

Analisis Percobaan 3 :
     Pada percobaan pengukuran  Kapasitor C1, dengan ukuran kapasitas 100 MicroFarad, kita bisa melihat di tabel bahwa kapasitor dalam keadaan baik. Sebab , saat di lakukan pengukuran jarum menunjuk ke angka tertentu dan kembali ke posisi semula.
       Sebaliknya pada percobaan  pengukuran Kapasitor C2, dengan ukuran kapasitas 220 MicroFarad, kita bisa melihat di tabel bahwa kapasitor dalam keadaan bocor. Sebab , saat di lakukan pengukuran jarum menunjuk ke angka tertentu namun tidak kembali ke posisi semula.
     Pada percobaan pengukuran Kapasitor C3, dengan ukuran kapasitas 1000 MicroFarad, kita bisa melihat di tabel bahwa kapasitor dalam keadaan bocor. Sebab , saat di lakukan pengukuran jarum menunjuk ke angka tertentu namun tidak kembali ke posisi semula.
     Hal itu terjadi karena kapasitor adalah penyimpan muatan sementara. Maksudnya kapasitor menyimpan muatan hanya ketika listrik mengalir. Jika jarum jam menujuk ke angka tertentu dan kembali, artinya muatan yang di simpan kapasitor menghambat arus mengalir dari kutub (+) di AVO Meter ke kutub (-). Sehingga tidak ada arus yang mengalir setelah proses penyimpanan.
     Berbeda halnya jika jarum jam tidak kembali. Artnya kapasitor tidak bisa menampung muatan. Hal itu mengakibatkan arus mengalir dari kutub (+) di AVO Meter ke kutub (-).

Percobaan 4

Induktor
Nilai
Hail Pengukuran
L1
470+/-10%
Baik
L2
100+/-10%
Baik
L3
Unknow
Baik

Analisis Percobaan 4 :
      Pada percobaan pengukuran Induktor L1 dengan Nilai kisaran 423-517,  kita bisa melihat bahwa Induktor L1 dalam keadaan baik. Karena saat induktor di ukur, jarum menunjuk ke angka trtentu. Hal itu karena, jika jarum menunjuk ke angka tertentu, menandakan bahwa induktor masih bisa menyalurkan Arus listrik.
     Pada percobaan pengukuran Induktor L2 dengan Nilai kisaran 90-110,  kita bisa melihat bahwa Induktor L2 dalam keadaan baik. Karena saat induktor di ukur, jarum menunjuk ke angka trtentu. Hal itu karena, jika jarum menunjuk ke angka tertentu, menandakan bahwa induktor masih bisa menyalurkan Arus listrik.
     Pada percobaan pengukuran Induktor L2 dengan Nilai yang tidak di ketahui,  kita bisa melihat bahwa Induktor L2 dalam keadaan baik. Karena saat induktor di ukur, jarum menunjuk ke angka trtentu. Hal itu karena, jika jarum menunjuk ke angka tertentu, menandakan bahwa induktor masih bisa menyalurkan Arus listrik.

Percobaan 5

Trafo
Nilai
Hasil Pengukuran
T1
unknow
Baik
T2
unknow
Baik
T3
unknow
Baik

Analisis Percobaan 5 :
     Pada percobaan pertama yaitu Trafo T1, adalah Tarafo Primer (220v, dll). Kita bisa melihat di tabel, bahwa hasil pengukuran menunjukan Trafo bagian Primer masih berfungsi. Hal tersebut di buktikan saat trafo Primer di hubungkan satu sama lain, jarum menunjuk ke angka tertentu. Hal itu karena di dalam Trafo primer, semua ujung  saling berhubungan satu sama lain.
      Pada percobaan pertama yaitu Trafo T2, adalah Tarafo Sekunder (9v, 12v, dll). Kita bisa melihat di tabel, bahwa hasil pengukuran menunjukan Trafo bagian Sekunder  masih berfungsi. Hal tersebut di buktikan saat trafo Sekunder di hubungkan satu sama lain, jarum menunjuk ke angka tertentu. Hal itu karena di dalam Trafo Sekunder, semua ujung  saling berhubungan satu sama lain.
    Pada percobaan ketiga (T3), yaitu gabungan pengukuran antara Trafo Sekunder dan Primer. Maksudnya adalah pengukuran dengan menghubungkan Trafo Sekunder dengan Primer. Dan kita bisa melihat bahwa hasil yang ada di tabel menunjukan bahwa Trafo tersebut dalam keadaan baik. Hal tersebut di buktikan dengan jarum AVO Meter  yang  tidak bergerak. Hal itu karena Antara Bagian Primer dan Sekunder tidak terhubung (Lihat di fisika bagian Elektromagnetik). Trafo memanfaatkan gaya magnet untuk bisa di gunakan.

Percobaan 6

Dioda
Nilai
Hasil Pengukuran
D1
380
Baik
D2
400
Baik

Analisis Percobaan 6
     Pada percobaan Dioda D1 kita bisa melihat bahwa keadaan Dioda D1 yang bernial 380 adalah baik. Hal tersebut di tandai dengan jarum AVO Meter yang  menunjuk ke angka tertentu. Hal itu karena ketika jarum menunjuk ke angka tertentu, bisa di jadikan pertanda bahwa arus memang bisa mengalir lewat Dioda. Jika jarum tidak menunjuk ke angka tertentu, maka bisa di pastikaan Dioda putus.
     Pada percobaan Dioda D2 kita bisa melihat bahwa keadaan Dioda D2 yang bernial 400 adalah baik. Hal tersebut di tandai dengan jarum AVO Meter yang  menunjuk ke angka tertentu. Hal itu karena ketika jarum menunjuk ke angka tertentu, bisa di jadikan pertanda bahwa arus memang bisa mengalir lewat Dioda. Jika jarum tidak menunjuk ke angka tertentu, maka bisa di pastikaan Dioda putus.

V.     Kesimpulan

1.       Setiap warna yang ada pada gelang resistor memiliki nilai masing-masing.
2.       Setiap posisi gelang pada resistor juga memiliki makna masing-masing.
3.       Pengukuran yang di lakukan terhadap komponen menghasilkan bukti bahwa ada beberapa komponen yang bisa di bilang tidak berfungsi.
4.       Pada Induktor, Kapsitor, Trafo, dan Dioda, tidak perlu mengunakan angka pengukuran untuk membuktikan bahwa komponen tersebut berfungsi. Sedangkan pada Resistor, di perlukan nilai perhitungan untuk membuktikannya.

Daftar Pustaka


[3]     https://web.facebook.com/RepairHandphone/posts/373334166094836 (di akses 21 Septeber 2015).

No comments:

Post a Comment

Sebaik-baiknya Manusia ialah yang meninggalkan jejak.

Krtitikan dan masukan anda bermanfaat bagi blog ini.