Modul 2
RANGKAIAN DC
Abstract
Telah
dilakukan praktikum percobaan yang berjudul Rangkaian DC, yang bertujuan dapat mempelajari
hukum ohm dan mempelajari penyederhanaan rangkaian. Praktikum diawali dengan
menyiapkan beberapa alat dan bahan seperti; alat ukur, dan beberapa komponen
yang akan di ukur, setelah semua peralatan siap praktikum dapat dimulai sesuai
dengan prosedur kerja yang ada dalam modul, pratikum selesai apabila semua
komponen telah di cek atau di ukur menggunakan alat ukur, dan diperoleh data
yang sesuai dengan tujuan dalam praktikum.
Resistor, Pengukuran, Rangkaian seri, Rangkaian pararel
I.
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Rangkaian listrik tertutup adalah rangkaian listrik yang saling
berhubungan yang di dalamnya terdapat hambatan (R) dan sumber arus listrik
(elemen, E atau ɛ) sehingga pada rangkaian tersebut mengalir arus listrik. Pada
dasarnya ada dua jenis rangkaian listrik, yaitu : rangkaian seri dan paralel.
Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input
komponen berasal dari sumber yang sama.Sifat khas dari rangkaian paralel adalah
“beda potensial pada masing-masing cabang adalah sama.”
Bila V1 adalah tegangan pada
resistor R1 , V2 adalah pada resistor R2 dan V3 adalah
tegangan pada resistor R3 maka berlaku : V1 =V2 = V3.
Kalau rangkaian seri berlaku sebagai pembagi tegangan, maka rangkaian
paralel berlaku sebagai pembagi arus. Hal ini karena sesuai hukum
Kirchoff, bahwa arus total pada rangkaian akan dibagi-bagi ke masing-masing cabang
melalui rasio I1 : I2 : I3 = I/R1 : I/R2 :
I/R3.
Rangkaian
paralel juga memiliki kelebihan
seperti memiliki lintasan aliran arus yang teratur karena susunan dari
rangkaian tersebut yang paralel. Selanjutnya Jika terjadi kerusakan pada suatu
komponen maka ini tidak akan berdampak atau berpengaruh terhadap komponen lain.
Selain itu penerapan rangkaian pararalel cocok diaplikasikan pada konsep dan
cara pedistribusian listrik dari perusahaan penyedia singtkatnya sangat tepat
unutuk kepentingan distribusi listrik ke rumah-rumah konsumen. Pengukuran
terhadapbesranya nilai-nilai arus yang mengalir pada sebuah medium pun akan
memliki tingkat akurasi yang tinggi.
Rangkaian paralel ini juga memiliki beberapa kekurangan karena
beberapa hal. Seperti : rancangan yang kompleks atau rumit menjadi beban untuk
seorang instalator dalam membuat skema. Komponen yang diperlukan pun cukup
banyak apalagi kita harus meyertakan node penghubung di setiam titik
percabangan. Biaya yang dikeluarkan pun pastinya lebih mahal melihat beberapa
kelemahan yang telah disebutkan sebelumnya. Oleh sebab itu sebelum anda
memasang atau menginstalasi seperangkat rangkaian listrik factor ekstern juga
perlu diperhatikan mulai dari untuk apa fungsi rajngkaian tersebut dan lain
sebagainya. Demikian sekilas tentang rangkaian paralel yang initinya adalah
rangkaian parallel lebih cocok digunakan untuk kepentingan distribusi listrik
dari perusahaan penyedia kepada konsumen. Semua itu dipakai sesuai kepentingan
dan kebutuhan masing-masing. Jika kita sudah berbicara tentang arus kuat dan
arus lemah dalam penghantaran melalui rangkaian parallel tentunya akan membuka
suatu topic yang lebih dalam lagi.
B.
Tujuan
·
Mempelajari
hukum ohm
·
Mempelajari
penyederhanaan rangkaian
II.
Teori Dasar
·
Rangkaian DC
Listrik merupakan energi yang dapat disalurkan melalui penghantar
berupa kabel, adanya aruslistrik dikarenakan muatan listrik mengalir
dari saluran positif ke saluran negatif. Dalamkehidupan manusia listrik
memiliki peran yang sangat penting. Selain digunakan sebagaipenerangan
listrik juga digunakan sebagai sumber energi untuk tenaga dan hiburan,
contohnyasaja pemanfaatan energi listrik dalam bidang tenaga adalah motor
listrik. Keberadaan listrikyang sangat penting dan fital akhirnya saat ini
listrik dikuasai oleh negara melalui perusahaanyang bernama PLN.Listrik
sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu arus listrik AC dan DC. Dalam artikel
singkat ini akanmembahas mengenai apa yang dimaksud dengan arus listrik AC
dan DC beserta contohpemanfaatan keduanya. Untuk memudahkan pembaca
artikel ini akan saya bagi menjadibeberapa bagian, yang pertama saya akan
menjelaskan apa yang dimaksud dengan arus listrik AC dan contoh penggunaannya,
kemudian yang kedua saya akan membahas pengertian listrik DC dan contoh
penggunaannya.
Pengertian
Arus DC
Arus listrik DC (Direct current) merupakan arus listrik
searah. Pada awalnya aliran arus padalistrik DC dikatakan mengalir
dari ujung positif menuju ujung negatif. Semakin
kesinipengamatan-pengamatan yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan
bahwa pada arus searahmerupakan arus yang alirannya dari negatif
(elektron) menuju kutub positif. Nah aliran-aliranini menyebabkan
timbulnya lubang-lubang bermuatan positif yang terlihat mengalir dari
positifke negatif.definisi arus DCIstilah DC digunakan untuk merujuk pada
sistem tenaga yang menggunakan hanya satupolaritas tegangan atau arus, dan
untuk merujuk pada, nol-frekuensi konstan, atau perlahan-lahan bervariasi nilai
rata-rata lokal tegangan atau arus. [4] Sebagai contoh, tegangan
sumbertegangan DC konstan seperti saat ini melalui sumber arus DC. The DC
solusi dari suaturangkaian listrik adalah solusi di mana semua tegangan
dan arus yang konstan. Hal ini dapatditunjukkan bahwa setiap tegangan
stasioner atau gelombang arus dapat diuraikan ke dalamsejumlah
komponen DC dan waktu-bervariasi nol berarti komponen; komponen DCdidefinisikan
sebagai nilai yang diharapkan, atau nilai rata-rata tegangan atau arus
atas semuawaktu.Meskipun DC singkatan dari "arus searah", DC
sering merujuk pada "polaritas konstan".Berdasarkan definisi
ini, DC tegangan dapat bervariasi dalam waktu, seperti yang terlihat
dalamoutput baku penyearah atau sinyal suara berfluktuasi pada saluran
telepon.Beberapa bentuk DC (seperti yang dihasilkan oleh regulator
tegangan) hampir tidak memilikivariasi tegangan, tetapi masih mungkin memiliki
variasi dalam output daya dan arus.
Contoh pemanfaatan listrik DC, Listrik DC (direct current)
biasanya digunakan oleh perangkat lektronika. Meskipun adasebagian beban
selain perangkat elektronika yang menggunakan arus DC (contohnya;
Motorlistrik DC) namun kebanyakan arus DC digunakan untuk keperluan
beban elektronika. Beberapabeban elektronika yang menggunakan arus listrik
DC diantaranya: Lampu LED (Light EmitingDiode), Komputer, Laptop, TV, Radio,
dan masih banyak lagi. Selain itu listrik DC juga seringdisimpan dalam suatu baterai,
contohnya saja baterai yang digunakan untuk menghidupkan jam dinding,
mainan mobil-mobilan dan masih banyak lagi. Intinya kebanyakan perangkat
yangmenggunakan listrik DC merupakan beban perangkat elektronika.
Kelebihan
dan Kekurangan arus DC
·
Kekurangan
arus DC adalah adanya keterbatasan pasokan listrik, maka dari itu
perlumelakukan isi ulang/cas.
·
Kelebihan
arus DC adalah dapat dibawa kemana saja
·
Hukum
Ohm
Hukum Ohm merupakan sebuah teori yang membahas mengenai hubungan
antara Tegangan (Volt), Arus (Ampere), dan Hambatan listrik dalam sirkuit
(Ohm). 1 Ohm adalah hambatan listrik yang menyebabkan perbedaan satu volt saat
arus sebasar 1 Ampere mengalir. Bunyi hukum Ohm: "Kuat arus listrik pada
suatu beban listrik berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik
dengan hambatan".
Lambang dari hambatan adalah
R, lambang dari Arus adalah I, dan lambang dari tegangan adalah V. Berdasarkan
hukum Ohm diatas maka bisa diambil rumus sebagai berikut
I= V/R
Berdasarkan patokan rumus diatas maka kita bisa mencari Nilai I, V,
dan R pada suatu rangkaian listrik. Untuk mencari R, caranya cukup dengan
menggunakan logika berdasarkan rumus diatas. Misal jika 5=10/2, maka 10=5X2 dan
2=10/5. Berdasarkan logika tersebut untuk mencari V rumusnya adalah V=I X R
sedangkan untuk mencari nilai R digunakan rumus R=V/I
·
Multimeter
Secara umum multimeter ada dua jenis, yaitu
Multimeter Analog Dan Multimeter Digital
Multimeter analog lebih banyak dipakai
untuk kegunaan sehari-hari, seperti para tukang servis TV atau komputer kebanyakan
menggunakan jenis yang analog ini. Kelebihannya adalah mudah dalam pembacaannya
dengan tampilan yang lebih simple. Sedangkan kekurangannya adalah akurasinya
rendah, jadi untuk pengukuran yang memerlukan ketelitian tinggi sebaiknya
menggunakan multimeter digital. Namun multimeter jenis ini lebih mudah
digunakan sehingga banyak para teknisi yang familiar menggunakan tester analog
daripada digital.
Penggunaan dari kedua multimeter tersebut
juga cukup berbeda. Dimana untuk multimeter analog biasanya hanya digunakan
untuk menentukan apakah sebuah komponen tersebut maish baik atau tidak.

Multimeter digital memiliki akurasi yang
tinggi, dan kegunaan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan multimeter
analog. Yaitu memiliki tambahan-tambahan satuan yang lebih teliti, dan juga
opsi pengukuran yang lebih banyak, tidak terbatas pada ampere, volt, dan ohm
saja. Multimeter digital biasanya dipakai pada penelitian atau kerja-kerja
mengukur yang memerlukan kecermatan tinggi, tetapi sekarang ini banyak juga bengkel-bengkel
komputer dan service center yang memakai multimeter digital. Kekurangannya
adalah susah untuk memonitor tegangan yang tidak stabil. Jadi bila melakukan
pengukuran tegangan yang bergerak naik-turun, sebaiknya menggunakan multimeter
analog.
Multimeter digital biasanya lebih condong
untuk digunakan sebagai alat mengukur besaran sebuah komponen. Karena hasil
yang diberikan sangat akurat sekali.
Secara umun multimeter
adalah alat pengukur listrik yang juga disebut sebagai (volt-ohmmeter), Multimeter
dapat digunakan untuk mengukur tegangan (volt meter),hambatan (ohm meter),
maupun arus (ampere meter). Multimeter sendiriterdapat dua jenis, yaitu
multimeter non elektronis atau yang disering disebutmultimeter analog dan
multimeter elektronis yang sering disebut multimeterdigital.Alat yang
digunakan dalam percobaan ini adalah multimeter, yang memiliki
bagian-bagian penting dan fungsinya sebagai berikut:
1.
Papan
Skala : bagian ini berfungsi untuk mengetahui besar pengukuran.Pada papan
skala terdapat skala-skala: tahanan/ resistansi dalam satuanohm, tegangan (ACV
dan DCV), kuat arus (DCmA), dan skala-skalalainnya.
2.
Saklar
Jangkauan Ukur :digunakan untuk menentukan posisi kerjamultimeter dan batas
ukur (range).
3.
Jarum
penunjuk skala : bagian ini berfungsi sebagai indikator penunjuknilai atau
harga dari suatu objek yang diukur, indikator pointer ditunjukan dalam
bentuk jarum penunjuk. Apabila melakukan pengukuran arus,tegangan, ataupun
tahanan, maka jarum penunjuk akan bergerakmenunjuk sebuah nilai yang sesuai dengan
objek yang diukurnya.
4.
Saklar
pengatur posisi jarum (preset) : digunakan untuk menera jarum penunjuk
pada angka nol (sebelah kiri papan skala)
5.
Tombol
pengatur jarum pada posisi nol (zero adjustment) : digunakanuntuk menera jarum
penunjuk pada angka nol sebelum Multimeterdigunakan untuk mengukur nilai
tahanan/resistansi.
6.
Test
pin positif : merupakan terminal positif dan untuk menempatkan probe (+)
atau probe warna merah sebagai alat atau media pengukuranyang langsung
terhubung dengan objek yang akan diukur.
7.
Test
pin negatif: merupakan terminal negatif dan untuk menempatkan probe (-)
atau probe warna hitam sebagai alat atau media pengukuranyang langsung
terhubung dengan objek yang akan diukur.
Amperemeter
adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik.Umumnya alat ini
dipakai oleh teknisi elektronik dalam alat multi tester listrik yang disebut
avometer gabungan dari fungsi amperemeter, voltmeter dan ohmmeter.
Amper meter dapat dibuat atas susunan
mikroamperemeter dan shunt yang berfungsi untuk deteksi arus
pada rangkaian baik arus yang kecil, sedangkanuntuk arus
yang besar ditambhan dengan hambatan shunt.
Amperemeter bekerja sesuai dengan gaya lorentz gaya magnetis. Arus
yangmengalir pada kumparan yang selimuti medan magnet akan menimbulkangaya
lorentz yang dapat menggerakkan jarum amperemeter. Semakin besararus yang
mengalir maka semakin besar pula simpangannya.
·
Resistor
Resistor (hambatan atau tahanan) adalah komponen dasar elektronika
yang dibuat untuk menghambat aliran arus listrik. Sebuah resistor dapat
didesain sedemikian rupa sehingga dapat mempunyai nilai hambatan tertentu.
Berdasarkan nilai hambatannya, resistor dapat dibedakan menjadi dua macam,
yaitu resistor tetap (yang mempunyai nilai hambatan tertentu/tetap) dan
resistor variabel (resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah/diatur).
Resistor juga
dapat dikelompokkan berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu resistor lilitan
kawat dan resistor karbon. Resistor lilitan kawat digunakan untuk berbagai
keperluan yang membutuhkan akurasi cukup tinggi dan peralatan yang menggunakan
variasi arus yang besar, sedangkan resistor karbon merupakan resistor yang
paling banyak beredar di pasaran. Resistor karbon mempunyai nilai hambatan yang
tetap karena itu disebut juga resistor tetap. Besarnya nilai suatu hambatan
resistor dinyatakan dalam satuan ohm (W)
Besarnya nilai hambatan suatu resistor tetap dapat diketahui dari
kode warna atau kode huruf dan angka yang tertera pada resistor tersebut.
Resistor memiliki ciri-ciri mempunyi 4 gelang warna dan gelang keempat terpisah
dari gelang lainya yaitu sebagai toleransi. Cara mengukur resistor adalah
sebagai berikut :
·
pita
pertama sebagai puluhan
·
pita
kedua sebagai satuan
·
pita
ketiga sebagai faktor pengali
·
pita
keempat sebagai toleransi

Alat ukurnya Ohm-meter. Sebuah resistor dapat didesain sedemikian
rupa sehingga dapat mempunyai nilai hambatan tertentu. Berdasarkan nilai
hambatannya, resistor dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu resistor tetap
(yang mempunyai nilai hambatan tertentu/tetap) dan resistor variabel (resistor
yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah/diatur).
Resistor juga dapat dikelompokkan berdasarkan bahan pembuatannya,
yaitu resistor lilitan kawat dan resistor karbon.Resistor lilitan kawat
digunakan untuk berbagai keperluan yang membutuhkan akurasi cukup tinggi dan
peralatan yang menggunakan variasi arus yang besar, sedangkan resistor karbon
merupakan resistor yang paling banyak beredar di pasaran. Resistor karbon
mempunyai nilai hambatan yang tetap karena itu disebut juga resistor tetap.
Fungsi resistor adalah sebagai pengatur dalam membatasi jumlah
arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan adanya resistor menyebabkan
arus listrik dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan.
Adapun fungsi resistor secara lengkap adalah sebagai berikut :
1.
Berfungsi
untuk menahan sebagian arus listrik sesuai dengan kebutuhan suatu rangkaian
elektronika
2.
Berfungsi
untuk menurunkan tegangan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh
rangkaian elektronika.
3.
Berfungsi
untuk membagi tegangan.
4.
Berfungsi
untuk membangkitkan frekuensi tinggi dan
frekuensi rendah dengan bantuan transistor daan kondensator (kapasitor).
·
Power
supply
Power
Supply adalah perangkat keras yang
berfungsi untuk menyuplai tegangan langsung kekomponen dalam casing yang membutuhkan tegangan, misalnya motherboard,
hardisk, kipas, dll. Input power supply berupa
arus bolak-balik (AC) sehingga power supply harus mengubah tegangan
AC menjadi DC (arus searah), karena hardware komputer hanya dapat beroperasi dengan arus DC. Power supplyberupa kotak yang umumnya diletakan dibagian belakang atas casing.
Cara kerja power supply. Ketika kita menekan tombol power pada casing, yang
terjadi adalah langkah berikut.Power supply akan melakukan cek dan tes sebelum membiarkan sistem start.
Jika tes telah sukses, power supply mengirim sinyal khusus pada motherboard, yang disebut power
good.
Fungsi Power Suplly :
1.
Fungsi
Power Supply berdasarkan beberapa jenis konektor
Power
supply memiliki banyak konektor. Dan masing-masing dari konektor memiliki
fungsi yang berbeda. Walaupun sebagian kabel memiliki tegangan listrik
yang sama, tetapi setiap konektor sudah dikelompokkan berdasarkan fungsinya.
Untuk pengenalan, disini ada beberapa tipe konektor dan fungsinya pada komputer
yaitu:
a.
ATX
power connector (20pin + 4pin)
b.
AT
power connector (12 pin)
c.
Molex
connector
d.
Berg
connector
e.
ATX
12V (Intel) 4 pin connector
f.
pin
PCI-E connector
g.
SATA
Power connector
2.
Fungsi
Power Supply Berdasarkan Management Kabelnya
Power
Supply juga dibedakan berdasarkan management pemasangan
kabelnya. yaitu power supply non-modular dan power
supply modular. Secara populasi, power supply non-modular lebih banyak di
jual di pasaran karena memang segmen-nya untuk kalangan kantong pas-pas-an.
Yang membedakan adalah management pemasangan kabelnya.
III. Metodologi
1. Alat dan Bahan
·
Resistor
1kΩ 1
buah
·
Resistor
470 Ω 2 buah
·
Resistor
4,7 Ω 1
buah
·
Kabel
Jumper 6 buah
·
Power
Supply 1 buah
·
Multimeter
Analog 1 buah
·
Kabel
Capit Buaya 2 buah
·
Project
Board 1
buah
·
Adaptor 1
buah
·
Trafo step down 1 buah
2.
Prosedur
Percobaan
A.
Percobaan 1
Langkah Pengujian :
1.
Susun rangkaian berikut pada project board
dengan tegangan sumber Vs=5V, R1=470ohm,
R2=4,7ohm, R3=1kohm, dan R4=470kohm.

2.
Ukur
besarnya arus I dengan multimeter.
3.
Ukur
tagangan VR1,VR2,VR3, dan VR4 dengan multimeter, tuliskan hasilnya pada lembar
data.
B.
Percobaan 2
Langkah Pengujian :
1.
Carilah
nilai RA dengan seri R3 dan R4, dan mintalah nilai resistor yang dapat pada
intrusktur.
2.
Ukur
besarnya arus I dengan multimeter.

3.
Ukur
tagangan VR1,VR2, dan VRA dengan multimeter, tuliskan hasilnya pada lembar
data.
C.
Percobaan 3
Langkah Pengujian :
1.
Carilah
nilai RB dengan pararel RA dan R2, dan mintalah nilai resistor yang dapat pada
intrusktur.
2.
Ukur
besarnya arus I dengan multimeter.

3.
Ukur
tagangan VR1, dan VRB dengan multimeter, tuliskan hasilnya pada lembar data.
D.
Percobaan 4
Langkah Pengujian :
1.
Carilah
nilai Rtotal dengan seri R1 dan RB, dan
mintalah nilai resistor yang dapat pada intrusktur.
2.
Ukur
besarnya arus I dengan multimeter.

3.
Ukur
tagangan VRTotal dengan multimeter, tuliskan hasilnya pada lembar data.
4.
Berikan
analisismu mengenai ke empat percobaan diatas.
IV.
Hasil dan Analisis
A. Percobaan 1
Tabel 1
|
|
Multimeter
Analog
|
|
VS
|
4,8 V
|
|
Arus I
|
0,42 A
|
|
VR1
|
0,5 V
|
|
VR2
|
3,4 V
|
|
VR3
|
2,4 V
|
|
VR4
|
1,2 V
|
B. Percobaan 2
Tabel 2
|
|
Multimeter
Analog
|
|
VS
|
4,8 V
|
|
Arus I
|
0,42 A
|
|
VR1
|
1,4 V
|
|
VR2
|
3,5 V
|
|
VRA
|
3,6 V
|
R3 dengan R4 diserikan.
RA = R3+R4 = 1000+470 = 1470
C. Percobaan 3
Tabel 3
|
|
Multimeter
Analog
|
|
VS
|
4,8 V
|
|
Arus I
|
0,42 A
|
|
VR1
|
1,4 V
|
|
VRB
|
3,6 V
|
RA
dan R2 dipararelkan
RB=
Ω
D. Percobaan 4
Tabel 4
|
|
Multimeter
Analog
|
|
VS
|
4,8 V
|
|
Arus I
|
0,42 A
|
|
VRTotal
|
5,02 V
|
R1
dan RB diserikan
Rtotal
= R1+RB = 470+1119,7=1.589,7 Ω
Analisis Percobaan
Dari
hasil praktikum dapat kita simpulkan bahwa dalam peyederhanaan rangkaian kita
diharusan menyederhanakan gambar tersebut kemudian menghitung resistor
pengganti dalam rangkaian tersebut.
Dari
hasil mencari nilai resistor total kami memperoleh nilai yang sama dengan hasil
resistor total sebelum roses penyederhanaan, berarti praktikum yang kami
lakukan berhasil.
Dari
hasil yang diperoleh saat menentukan arus dari tiap-tiap resistor, meski resistor memiliki nilai yang berbeda
namun besar arus yang terukur sama semuanya. Hal ini sejalan dengan hhukum OHM
dimana nilai arus berbanding lurus dengan tegangan, karena besar tegangan yang
kami gunakan sama, maka benar jika arus yang terukur itu sama. Dalam proses
pengukuran kami menggunakan alat ukur Avotmeter Digital sehingga hasil
pengukuran yang kami lakukan memiliki ketelitian yang lebih dibanding Avometer
Analog
Sementara
dalam pengukuran besar nilai tegangan masing-masing resistor memiliki nilai
yang berbeda sesuai dengan besar dari tahanan resiator tersebut, dimana nilai
dari tegangan berbanding lurus dengan arus dan berbanding terbalik dengan
resistansi, artinya saat resistor bernilai besar maka tegangan yang terukur
kecil. Hal ini terbukti dengan hasil praktikum yang kami lakukan. Berarti teori
hokum OHM terbukti
V. Kesimpulan
Dalam hokum OHM
menceritakan bahwa I = V/R , dimana
nilai arus dalam suatu rangkaian akan berbanding lurus dengan besar nilai
tegangan, dan berbanding terbalik dengan besar nilai resistansi.
Dalam proses
penyederhanaan rangkaian kita harus mengetahui besar semua nilai resistornya.
Daftar Pustaka
[1]
Bishop, Owen.
2006. Dasar-Dasar Listrik. Jakarta:
Erlangga.
[2]
Blocher, R. 2004.DasarElektronika.
Yogyakarta: Andi.
[3]
Siregar,
W. 2004.Electrical Utilities. Jakarta: Erlangga.
[4]
http://duniaelektonika.blogspot.co.id/2013/01/fungsi-elektrolit-condensator-elco.html (29 Oktober 2015).
http://sabiliridho.blogspot.co.id/2013/02/rangkaian-dasar-listrik.html
(29
Oktober 2015)
No comments:
Post a Comment
Sebaik-baiknya Manusia ialah yang meninggalkan jejak.
Krtitikan dan masukan anda bermanfaat bagi blog ini.