PRAKTIKUM DASAR ELEKTRONIKA
MODUL : 3
RANGKAIAN PARAREL
NAMA :
MUHAMMAD SAEPULLOH
NIM :
1147070052
KELAS : A2
KELOMPOK :
4
HARI, TANGGAL :
SELASA, 29
SEPTEMBER 2015
WAKTU :
12:40-14:40
DOSEN/ASISTEN : SLAMET
INDRIYANTO, ST.

LABORATORIUM
TEKNIK
ELEKTRO
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
Modul 2
RANGKAIAN
SERI
Muhammad Saepulloh (1147070052), Nama Penulis2 (NIM) / Kelompok 4 / Selasa, 29 September 2015
Email
: saepul327@gmail.com,
emailpenulis2
Dosen/Asisten : Slamet
Indriyanto, ST
Abstract
Praktikum
diawali dengan menyiapkan alat dan bahan seperti; alat ukur, dan beberapa
komponen yang akan di ukur, setelah semua peralatan siap praktikum dapat
dimulai sesuai dengan prosedur kerja yang ada dalam modul, pratikum selesai
apabila semua komponen telah di cek atau di ukur menggunakan alat ukur, dan
diperoleh data yang sesuai dengan tujuan dalam praktikum.
I.
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Rangkaian listrik tertutup adalah rangkaian listrik yang saling
berhubungan yang di dalamnya terdapat hambatan (R) dan sumber arus listrik
(elemen, E atau ɛ) sehingga pada rangkaian tersebut mengalir arus listrik. Pada
dasarnya ada dua jenis rangkaian listrik, yaitu : rangkaian seri dan paralel.
Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input
komponen berasal dari sumber yang sama.Sifat khas dari rangkaian paralel adalah
“beda potensial pada masing-masing cabang adalah sama.”
Bila V1 adalah tegangan pada
resistor R1 , V2 adalah tegangan pada resistor R2 dan V3 adalah
tegangan pada resistor R3 maka berlaku : V1 =V2 = V3.
Kalau rangkaian seri berlaku sebagai pembagi tegangan, maka rangkaian
paralel berlaku sebagai pembagi arus. Hal ini karena sesuai hukum
Kirchoff, bahwa arus total pada rangkaian akan dibagi-bagi ke masing-masing
cabang melalui rasio I1 : I2 : I3 = I/R1 : I/R2 :
I/R3.
Rangkaian paralel juga
memiliki kelebihan seperti memiliki lintasan aliran arus yang teratur karena
susunan dari rangkaian tersebut yang paralel. Selanjutnya Jika terjadi
kerusakan pada suatu komponen maka ini tidak akan berdampak atau berpengaruh
terhadap komponen lain. Selain itu penerapan rangkaian pararalel cocok
diaplikasikan pada konsep dan cara pedistribusian listrik dari perusahaan
penyedia singtkatnya sangat tepat unutuk kepentingan distribusi listrik ke
rumah-rumah konsumen. Pengukuran terhadapbesranya nilai-nilai arus yang
mengalir pada sebuah medium pun akan memliki tingkat akurasi yang tinggi.
Rangkaian paralel ini juga memiliki beberapa kekurangan karena
beberapa hal. Seperti : rancangan yang kompleks atau rumit menjadi beban untuk
seorang instalator dalam membuat skema. Komponen yang diperlukan pun cukup
banyak apalagi kita harus meyertakan node penghubung di setiam titik
percabangan. Biaya yang dikeluarkan pun pastinya lebih mahal melihat beberapa
kelemahan yang telah disebutkan sebelumnya. Oleh sebab itu sebelum anda
memasang atau menginstalasi seperangkat rangkaian listrik factor ekstern juga
perlu diperhatikan mulai dari untuk apa fungsi rajngkaian tersebut dan lain
sebagainya. Demikian sekilas tentang rangkaian paralel yang initinya adalah
rangkaian parallel lebih cocok digunakan untuk kepentingan distribusi listrik
dari perusahaan penyedia kepada konsumen. Semua itu dipakai sesuai kepentingan
dan kebutuhan masing-masing. Jika kita sudah berbicara tentang arus kuat dan
arus lemah dalam penghantaran melalui rangkaian parallel tentunya akan membuka
suatu topic yang lebih dalam lagi.
B.
Tujuan
·
Menunjukan
karakteristik resistor yang dihubuungkan secara pararel 2 resistor sebagai
pembagi arus.
·
Menunjukan
karakteristik resistor yang dihubuungkan secara pararel 3 resistor sebagai
pembagi arus.
II. Teori Dasar
·
Multimeter
Multimeter adalah alat pengukur listrik yang juga disebut sebagai
(volt-ohmmeter), Multimeter dapat digunakan untuk mengukur tegangan (volt
meter),hambatan (ohm meter), maupun arus (ampere meter).
Multimeter sendiriterdapat dua jenis, yaitu multimeter non elektronis atau
yang disering disebutmultimeter analog dan multimeter elektronis yang sering
disebut multimeterdigital.Alat yang digunakan dalam percobaan ini
dalah multimeter analog, yangmemiliki bagian-bagian penting dan fungsinya
sebagai berikut:
1.
Papan
Skala : bagian ini berfungsi untuk mengetahui besar pengukuran.Pada papan
skala terdapat skala-skala: tahanan/ resistansi dalam satuanohm, tegangan (ACV
dan DCV), kuat arus (DCmA), dan skala-skalalainnya.
2.
Saklar
Jangkauan Ukur :digunakan untuk menentukan posisi kerjamultimeter dan batas
ukur (range).
3.
Jarum
penunjuk skala : bagian ini berfungsi sebagai indikator penunjuknilai atau
harga dari suatu objek yang diukur, indikator pointer ditunjukan dalam
bentuk jarum penunjuk. Apabila melakukan pengukuran arus,tegangan, ataupun
tahanan, maka jarum penunjuk akan bergerakmenunjuk sebuah nilai yang sesuai
dengan objek yang diukurnya.
4.
Saklar
pengatur posisi jarum (preset) : digunakan untuk menera jarum penunjuk
pada angka nol (sebelah kiri papan skala)
5.
Tombol
pengatur jarum pada posisi nol (zero adjustment) : digunakanuntuk menera jarum
penunjuk pada angka nol sebelum Multimeterdigunakan untuk mengukur nilai
tahanan/resistansi.
6.
Test
pin positif : merupakan terminal positif dan untuk menempatkan probe (+)
atau probe warna merah sebagai alat atau media pengukuranyang langsung
terhubung dengan objek yang akan diukur.
7.
Test
pin negatif: merupakan terminal negatif dan untuk menempatkan probe (-)
atau probe warna hitam sebagai alat atau media pengukuranyang langsung
terhubung dengan objek yang akan diukur.
Amperemeter
adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik.Umumnya alat ini
dipakai oleh teknisi elektronik dalam alat multi tester listrik yang disebut
avometer gabungan dari fungsi amperemeter, voltmeter dan ohmmeter. Amper meter
dapat dibuat atas susunan mikroamperemeter dan shunt yang berfungsi
untuk deteksi arus pada rangkaian baik arus yang
kecil, sedangkanuntuk arus yang besar ditambhan dengan
hambatan shunt.
Amperemeter bekerja sesuai dengan gaya lorentz gaya magnetis. Arus
yangmengalir pada kumparan yang selimuti medan magnet akan menimbulkangaya
lorentz yang dapat menggerakkan jarum amperemeter. Semakin besararus yang
mengalir maka semakin besar pula simpangannya.
·
Resistor
Resistor (hambatan atau tahanan) adalah komponen dasar elektronika
yang dibuat untuk menghambat aliran arus listrik. Sebuah resistor dapat
didesain sedemikian rupa sehingga dapat mempunyai nilai hambatan tertentu.
Berdasarkan nilai hambatannya, resistor dapat dibedakan menjadi dua macam,
yaitu resistor tetap (yang mempunyai nilai hambatan tertentu/tetap) dan
resistor variabel (resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah/diatur).
Resistor juga dapat dikelompokkan berdasarkan bahan pembuatannya,
yaitu resistor lilitan kawat dan resistor karbon. Resistor lilitan kawat
digunakan untuk berbagai keperluan yang membutuhkan akurasi cukup tinggi dan
peralatan yang menggunakan variasi arus yang besar, sedangkan resistor karbon
merupakan resistor yang paling banyak beredar di pasaran. Resistor karbon
mempunyai nilai hambatan yang tetap karena itu disebut juga resistor tetap.
Besarnya nilai suatu hambatan resistor dinyatakan dalam satuan ohm (W)
. Besarnya nilai hambatan suatu resistor tetap dapat diketahui dari
kode warna atau kode huruf dan angka yang tertera pada resistor tersebut.
Resistor memiliki ciri-ciri mempunyi 4 gelang warna dan gelang keempat terpisah
dari gelang lainya yaitu sebagai toleransi. Cara mengukur resistor adalah
sebagai berikut.
• pita pertama sebagai
puluhan
• pita kedua sebagai
satuan
• pita ketiga sebagai
faktor pengali
• pita keempat sebagai
toleransi
Alat ukurnya Ohm-meter. Sebuah resistor dapat didesain sedemikian
rupa sehingga dapat mempunyai nilai hambatan tertentu. Berdasarkan nilai
hambatannya, resistor dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu resistor tetap
(yang mempunyai nilai hambatan tertentu/tetap) dan resistor variabel (resistor
yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah/diatur).
Resistor juga dapat dikelompokkan berdasarkan bahan pembuatannya,
yaitu resistor lilitan kawat dan resistor karbon.Resistor lilitan kawat
digunakan untuk berbagai keperluan yang membutuhkan akurasi cukup tinggi dan
peralatan yang menggunakan variasi arus yang besar, sedangkan resistor karbon
merupakan resistor yang paling banyak beredar di pasaran. Resistor
karbon mempunyai nilai hambatan yang tetap karena itu disebut juga resistor
tetap.
Fungsi resistor adalah sebagai pengatur dalam membatasi jumlah
arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan adanya resistor menyebabkan
arus listrik dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan.
Adapun fungsi resistor secara lengkap adalah sebagai berikut :
1.
Berfungsi
untuk menahan sebagian arus listrik sesuai dengan kebutuhan suatu rangkaian
elektronika
2.
Berfungsi
untuk menurunkan tegangan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh
rangkaian elektronika.
3.
Berfungsi
untuk membagi tegangan.
4.
Berfungsi
untuk membangkitkan frekuensi tinggi dan
frekuensi rendah dengan bantuan transistor daan kondensator (kapasitor).
·
Rangkaian
pararel
Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana
semua input komponen berasal dari sumber yang sama.Sifat khas dari rangkaian
paralel adalah “beda potensial pada masing-masing cabang adalah sama.”
Bila V1 adalah tegangan pada
resistor R1 , V2 adalah pada resistor R2 dan V3 adalah
tegangan pada resistor R3 maka berlaku : V1 =V2 = V3.
Kalau rangkaian seri berlaku sebagai pembagi tegangan, maka rangkaian
paralel berlaku sebagai pembagi arus. Hal ini karena sesuai hukum
Kirchoff, bahwa arus total pada rangkaian akan dibagi-bagi ke masing-masing
cabang melalui rasio I1 : I2 : I3 = I/R1 :
I/R2 : I/R3.
Rangkaian paralel juga
memiliki kelebihan seperti memiliki lintasan aliran arus yang teratur karena
susunan dari rangkaian tersebut yang paralel. Selanjutnya Jika terjadi
kerusakan pada suatu komponen maka ini tidak akan berdampak atau berpengaruh
terhadap komponen lain. Selain itu penerapan rangkaian pararalel cocok
diaplikasikan pada konsep dan cara pedistribusian listrik dari perusahaan
penyedia singtkatnya sangat tepat unutuk kepentingan distribusi listrik ke
rumah-rumah konsumen. Pengukuran terhadapbesranya nilai-nilai arus yang
mengalir pada sebuah medium pun akan memliki tingkat akurasi yang tinggi.
Rangkaian paralel ini juga memiliki beberapa kekurangan karena
beberapa hal. Seperti : rancangan yang kompleks atau rumit menjadi beban untuk
seorang instalator dalam membuat skema. Komponen yang diperlukan pun cukup
banyak apalagi kita harus meyertakan node penghubung di setiam titik
percabangan. Biaya yang dikeluarkan pun pastinya lebih mahal melihat beberapa
kelemahan yang telah disebutkan sebelumnya. Oleh sebab itu sebelum anda
memasang atau menginstalasi seperangkat rangkaian listrik factor ekstern juga
perlu diperhatikan mulai dari untuk apa fungsi rajngkaian tersebut dan lain
sebagainya. Demikian sekilas tentang rangkaian paralel yang initinya adalah
rangkaian parallel lebih cocok digunakan untuk kepentingan distribusi listrik
dari perusahaan penyedia kepada konsumen. Semua itu dipakai sesuai kepentingan
dan kebutuhan masing-masing. Jika kita sudah berbicara tentang arus kuat dan
arus lemah dalam penghantaran melalui rangkaian parallel tentunya akan membuka
suatu topic yang lebih dalam lagi.
III. Metodologi
1.
Alat dan Bahan
·
1
buah projec board
·
2
buah kabel jumper
·
1
buah power supply
·
1
buah AVO meter
·
1 buah
resistor 1kΩ
·
1
buah resistor 2k2Ω
·
1
buah resistor 4k7Ω
2.
Prosedur
Percobaan
A. Percobaan 1 – Rangkaian Pararel 2 Resistor

Langkah Pengujian :
1.
Susun
rangkaian pada projec board.
2.
Nyalakan
power supply.
3.
Ukur
besarnya arus sumber (IS).
4.
Hitung
Besarnya arus I1 dan arus I2 dengan rumus
, dan
kemudian ukur I1 dan I2 dengan
AVO meter.
5.
Bandingkan
besar nilai hasil perhitungan dan hasil pengukuran.
6.
Jika percobaan
telah selesai matikan power supply.
B. Percobaan 2 – Rangkaian Seri 3 Resistor

Langkah Pengujian :
1.
Susun
rangkaian pada projec board.
2.
Nyalakan
power supply.
3.
Ukur
besarnya arus sumber (IS).
4.
Hitung
Besarnya arus I1 dan arus I2 dengan rumus
,
, dan
kemudian ukur I1 , I2 dan
I3 dengan AVO meter.
5.
Bandingkan
besar nilai hasil perhitungan dan hasil pengukuran.
6.
Jika percobaan
telah selesai matikan power supply.
IV.
Hasil dan Analisis
A.
Percobaan 1
·
Menghitung
besarnya arus
Vs = 8, R1= 1K dan R2= 2K2
= 0,008 A =
0,0036 A
= 8 mA =
3,6 mA
·
Menghitung R
total
Rtotal
=
+
=
+ 
=
= 1,4 = 0,72 Ω
·
Menghitung arus
sumber (Is)
Is =
=
= 11,2 mA
Is
[Ampere]
|
Dengan
|
R2K2
|
|
I1
[ampere]
|
I2
[ampere]
|
||
Hasil
perhitungan
|
11,2 mA
|
8 mA
|
3,6 mA
|
Hasil
pengukurran
|
12,5 mA
|
8,5 mA
|
3,5 mA
|
Analisis
Percobaan 1 :
Dalam
praktikum ini dilakukan percobaan untuk mengamati arus pada rangkaian pararel,
adapun resistor yang digunakan pada percobaan pertama adalah resistor 1 KΩ dan Resistor
2K2Ω. Dan alat yang digunakan untuk mengukur arus dan teganagn pada rangkaian
adalah Multimeter. Maka diperoleh nilai arus1 adalah 8 mA dari hasil
perhitungan dan 8,5 dari hasil pengukuran. Dan nilai arus 2 adalah 3,6 mA dari
hasil perhitungan dan 3,5 dari hasil pengukuran. Dari
hasil percobaan satu diperoleh bahwa nilai arus 1 (I1) dan arus 2 (I2) sama
dengan arus sumber (Is). Ini menunjukan bahwa rangkaian pararel pada resistor
menunjukan karakteristik sebagai pembagi arus, karena Susunan pararel bertujuan
untuk membagi arus sehingga tegangan yang mengalir pada tiap-tiap resistor sama
kuat yaitu sama dengan tegangan yang mengalir dalam rangkaian. Terlihat nilai
arus pada perhitungan sedikit berselisih dengan nilai arus pada pengukuran. Hal
ini disebabkan adanya kesalahan dalam praktikum, misalnya ketidaktelitian
praktikan ddalam melihat nilai arus yang tertera pada multimeter ataupun karena
disebabkan kerusakan pada multimeter.
B. Percobaan 2
·
Menghitung
besarnya arus
Vs = 8, R1= 1K , R2= 2K2 dan R3 =
4K7
= 0,008 A =
0,0036 A
= 8 mA =
3,6 mA
= 1,7 mA
·
Menghitung R
total
Rtotal
=
+
+
=
+
+ 
=
=
= 1,6 = 0,6
Ω
·
Menghitung arus
sumber (Is)
Is =
=
= 13,3 mA
Is
[Ampere]
|
Dengan
|
R2K2
&
|
R4K7
|
|
I1
[A]
|
I2
[A]
|
I3
[A]
|
||
Hasil
perhitungan
|
13,3 mA
|
8 mA
|
3,6 mA
|
1,7 mA
|
Hasil
pengukuran
|
14,5 mA
|
9 mA
|
4 mA
|
1,5 mA
|
Analisis Percobaan 2 :
Dalam
praktikum rangkaian pararel, adapun resistor yang digunakan pada percobaan
kedua adalah resistor 1 KΩ , Resistor 2K2Ω dan Resistor 4K7 Ω . Dan alat yang
digunakan untuk mengukur arus dan teganagn pada rangkaian adalah Multimeter.
Maka diperoleh nilai arus1 adalah 8 mA dari hasil perhitungan dan 8,5 dari
hasil pengukuran. nilai arus 2 adalah 3,6 mA dari hasil perhitungan dan 3,5
dari hasil pengukuran. Dan nilai arus 3 adalah 1,7 mA dari hasil perhitungan
dan 1,5 dari hasil pengukuran. Dari hasil
percobaan kedua diperoleh bahwa nilai arus 1 (I1), arus 2 (I2) dan arus 3 (I3) sama
dengan arus sumber (Is). Ini menunjukan bahwa rangkaian pararel pada resistor
menunjukan karakteristik sebagai pembagi arus, karena Susunan pararel bertujuan
untuk membagi arus sehingga tegangan yang mengalir pada tiap-tiap resistor sama
kuat yaitu sama dengan tegangan yang mengalir dalam rangkaian. Terlihat nilai
arus pada perhitungan sedikit berselisih dengan nilai arus pada pengukuran. Hal
ini disebabkan adanya kesalahan dalam praktikum, misalnya ketidaktelitian
praktikan ddalam melihat nilai arus yang tertera pada multimeter ataupun karena
disebabkan kerusakan pada multimeter.
Dalam perbedaan hasil arus yang diperoleh pada percobaan diatas
saya dapat menganalisa adanya faktor-faktor yang berpengaruh pada proses
pengukuran sehingga nilai yang diperoleh tidak sama dengan nilai yang dihitung
sebelumnya. Dari hasil analisa dapat diperoleh faktor-faktor yang berpengaruh sebagai berikut.
Faktor yang berpengaruh bisa faktor dari
luar (eksternal) atau faktor dari dalam (internal).
1.
Faktor
Eksternal :
·
Ketelitian,dalam
membaca alat ukur diperlukan ketelitian yang tinggi,karena hasil dari jarum
penunjuk terkadang berubah-ubah dan angka pada alat ukur yang kecil sehingga
butuh ketelitian untuk membacanya.
·
Keadaan
lingkungan yang mempengaruhi pengukuran.
2.
Faktor
internal :
·
Panjang
kabel,semakin panjang kabel yang dipakai dalam rangkaianmaka arus yang mengalir
akan semakin kecil,karena kabel juga merupakan hambatan.
·
Usia
resistor,bila usia resistor semakin tua/lama,umumnya kualitas/efisiensi
perangkat akan menurun meskipun telah dilakukan perawatan.
·
Sumber
tegangan,tegangan yang kami peroleh dari power
supply besarnya selalu berubah-ubah meskipun sidah disetel sesuai
kebutuhan,sehingga mempengaruhi hasil pengukuran.
·
Letak
alat ukur,alat ukur harus diletakkan menghadap ke atas,
karena bila menghadap ke samping atau ke bawah akan mendapat pengaruhgaya
gravitasi,sehingga pengukuran menjadi kurang akurat.
V. Kesimpulan
1. nilai arus 1 (I1) dan arus 2 (I2) sama dengan arus sumber (Is). Ini
menunjukan bahwa rangkaian pararel pada resistor menunjukan karakteristik
sebagai pembagi arus.
2. nilai arus 1 (I1) , arus 2 (I2) dan arus 3 (I3) sama dengan arus
sumber (Is). Ini menunjukan bahwa rangkaian pararel pada resistor menunjukan
karakteristik sebagai pembagi arus.
Daftar Pustaka
[1]
Bishop, Owen.
2006. Dasar-Dasar Listrik. Jakarta:
Erlangga.
[2]
Blocher, R. 2004.DasarElektronika.
Yogyakarta: Andi.
[3]
Siregar,
W. 2004.Electrical Utilities. Jakarta: Erlangga.
[4]
http://duniaelektonika.blogspot.co.id/2013/01/fungsi-elektrolit-condensator-elco.html (2 Oktober 2015).
[5]
http://sabiliridho.blogspot.co.id/2013/02/rangkaian-dasar-listrik.html
(2 Oktober 2015).
![]() |

No comments:
Post a Comment
Sebaik-baiknya Manusia ialah yang meninggalkan jejak.
Krtitikan dan masukan anda bermanfaat bagi blog ini.